Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengatasi Bahaya Sinkhole: Penyebab, Lokasi, dan Cara Pencegahannya di Indonesia

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
21 Jul 2025
11 dibaca
1 menit
Mengatasi Bahaya Sinkhole: Penyebab, Lokasi, dan Cara Pencegahannya di Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Sinkhole adalah fenomena geologi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk jenis batuan dan sistem drainase.
Pentingnya pemetaan potensi sinkhole di Indonesia untuk menghindari risiko kerugian bagi masyarakat.
Tindakan pencegahan seperti grouting dan perawatan drainase dapat membantu mengurangi risiko terjadinya sinkhole.
Fenomena lubang runtuh atau sinkhole menjadi perhatian dunia karena dampaknya yang besar, seperti kasus di Kuala Lumpur dan Busan. Sinkhole adalah cekungan tanah yang terbentuk karena batuan di bawahnya larut oleh air, terutama di wilayah dengan batu gamping. Di Indonesia, fenomena ini jarang terjadi di kota-kota besar tapi ada potensi di beberapa daerah seperti Wonosari, Wonogiri, Tuban, dan Papua. Penyebab utama sinkhole adalah kombinasi antara jenis tanah dan sistem drainase hujan yang buruk. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Eko Soebowo, menjelaskan bahwa untuk mencegah sinkhole, diperlukan analisis di lokasi dan teknik perkuatan seperti grouting atau pondasi bore pile yang bisa meningkatkan stabilitas tanah. Saat ini Indonesia belum memiliki peta lengkap potensi sinkhole sehingga pengaturan tata ruang masih sulit diterapkan. Penanganan darurat diperlukan di wilayah yang terancam, seperti kasus di Buriticupu yang mengancam ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Eko menegaskan bahwa pengawasan dan perawatan sistem drainase sangat penting untuk mencegah air hujan merusak struktur batuan di bawah tanah. Meskipun kasus besar jarang terjadi di Indonesia, antisipasi dini sangat dibutuhkan untuk mencegah kerugian lebih besar.

Analisis Ahli

Eko Soebowo
Sinkhole muncul dari faktor alam dan human error, khususnya terkait kondisi batuan dan drainase. Pencegahan efektif meliputi pemetaan potensi, grouting, dan perawatan sistem drainase agar air hujan tidak masuk ke zona rawan batu gamping.