Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komet ATLAS C/2025 K1 Pecah, Tampilkan Rona Emas Langka di Langit

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (4mo ago) astronomy-and-space-exploration (4mo ago)
26 Nov 2025
275 dibaca
2 menit
Komet ATLAS C/2025 K1 Pecah, Tampilkan Rona Emas Langka di Langit

Rangkuman 15 Detik

Komet C/2025 K1 mengalami fragmentasi setelah mendekati matahari.
Komet ini memiliki warna emas yang langka, menunjukkan komposisi unik.
3I/ATLAS adalah komet interstellar yang tidak terkait dengan komet C/2025 K1.
C/2025 K1 (ATLAS) adalah sebuah komet yang ditemukan oleh jaringan teleskop ATLAS yang berasal dari Awan Oort, sebuah daerah jauh di tata surya. Komet ini mencapai titik terdekat dengan Matahari pada 8 Oktober 2025 dan awalnya terlihat tidak mengalami kerusakan saat mendekat, meskipun astronom sudah memprediksi tekanan gravitasi yang berat. Pada awal November, komet ini mulai menunjukkan rona keemasan langka di bagian komanya dan ekornya. Warna ini kemungkinan akibat kandungan karbon yang sangat rendah di inti komet. Hanya ada sedikit komet lain yang pernah ditemukan memiliki sifat kimia seperti ini, menurut pengamatan astronom di Lowell Observatory. Namun pada 13 November, astronom menemukan bahwa komet ini telah pecah menjadi tiga potongan besar, dan kemudian muncul fragmen keempat. Astrofotografer Michael Jäger mendokumentasikan proses perpecahan ini melalui animasi timelapse foto yang memperlihatkan fragmen-fragmen tersebut terpisah secara perlahan selama beberapa hari. C/2025 K1 sering disebut sebagai 'skomtet ATLAS lain' karena kebetulan ditemukan oleh sistem teleskop yang sama dengan komet interstelar 3I/ATLAS. Namun, kedua komet ini tidak memiliki hubungan selain sumber penemuan mereka dan waktu keberadaan yang berdekatan di langit. Meskipun C/2025 K1 tidak akan bertahan lama lagi, fragmen-fragmennya masih bisa dilihat dengan teleskop atau binokular yang cukup baik, terutama saat berada di rasi bintang Leo. Komet ini dan komet-komet ATLAS lain terus memberikan kejutan dan ilmu baru bagi para astronom dan pengamat bintang di masa depan.

Analisis Ahli

David Schleicher
Komet C/2025 K1 memiliki kandungan molekul karbon rendah yang sangat tidak biasa, memberikan wawasan baru tentang variasi komposisi kimia di antara komet yang berasal dari Awan Oort.