
Courtesy of NatureMagazine
Konsumsi Kopi Berkafein Bisa Turunkan Risiko Demensia dan Jaga Otak Tetap Tajam
Menjelaskan hubungan jangka panjang antara konsumsi kafein dengan penurunan risiko demensia dan penurunan kecepatan penurunan kognisi, sehingga memberikan pandangan baru mengenai manfaat kafein terhadap kesehatan otak bagi pembaca.
09 Feb 2026, 07.00 WIB
215 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Konsumsi kafein moderat dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko demensia.
- Hasil dari studi ini didasarkan pada data jangka panjang dari dua penelitian besar, memberikan wawasan yang lebih mendalam.
- Meskipun hasilnya menjanjikan, penting untuk memahami bahwa ini adalah studi observasional dan bukan percobaan eksperimental.
Cambridge, Amerika Serikat - Banyak orang di seluruh dunia mulai hari mereka dengan secangkir kopi atau teh yang mengandung kafein, stimulan yang memberikan energi cepat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kafein tidak hanya memberikan energi sesaat, tetapi juga bisa menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Sebuah studi besar menggunakan data selama 43 tahun dari lebih dari 130.000 tenaga kesehatan mengamati kebiasaan konsumsi kafein mereka dan fungsi kognitifnya. Para peserta secara berkala mencatat apa yang mereka makan dan minum serta melakukan tes otak untuk menilai kemampuan kognitifnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein moderat, sekitar 2-3 cangkir kopi atau 1-2 cangkir teh per hari, paling efektif menurunkan risiko terkena demensia dan memperlambat penurunan kemampuan kognitif. Bahkan, konsumsi kafein tinggi hingga 5 cangkir kopi sehari masih menurunkan risiko demensia secara signifikan.
Walaupun penelitian ini cukup besar dan bertahan lama, para ahli mengingatkan bahwa penelitian tersebut bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan langsung bahwa kafein adalah penyebab langsung dari penurunan risiko ini. Oleh karena itu, hasilnya harus dipahami sebagai indikasi awal yang menarik.
Penelitian ini membuka peluang untuk studi lebih lanjut dalam menentukan bagaimana kafein bekerja pada otak dan apakah dapat digunakan secara efektif sebagai bagian dari strategi pencegahan demensia dan penurunan fungsi kognitif di masa depan.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00409-y
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00409-y
Analisis Ahli
Naveed Sattar
"Temuan ini menjanjikan tetapi harus dianggap sebagai bukti sugestif karena metode observasional tidak dapat membuktikan sebab akibat secara definitif."
Analisis Kami
"Sebagai seorang ahli, saya melihat bahwa hasil ini memperkuat hipotesis bahwa kafein memiliki potensi neuroprotektif yang signifikan, namun keterbatasan data observasional memerlukan studi eksperimental untuk mengonfirmasi manfaat ini secara definitif. Jika terbukti, ini bisa mengubah cara kita memandang kopi dan teh bukan hanya sebagai minuman umum tetapi juga sebagai strategi kesehatan otak jangka panjang."
Prediksi Kami
Studi-studi lebih mendalam dan eksperimen mungkin akan dilakukan untuk memastikan mekanisme kafein terhadap kesehatan otak dan menetapkan panduan konsumsi kafein yang lebih spesifik sebagai pencegahan demensia.




