
Courtesy of SCMP
Nozzle Dorong Aerodinamis Baru Uji Penerbangan Sukses di Drone Kecepatan Tinggi
Membangun dan menguji coba sistem nozzle dorong aerodinamis baru yang lebih ringan dan sederhana tanpa komponen bergerak untuk meningkatkan kelincahan drone pada kecepatan tinggi, sebagai pengganti sistem thrust vectoring tradisional yang lebih kompleks dan berat.
08 Feb 2026, 22.00 WIB
120 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Inovasi dalam desain nozzle aerodinamis dapat meningkatkan manuverabilitas drone.
- Penelitian ini menandai kemajuan signifikan dalam teknologi penerbangan tanpa awak di China.
- Sistem thrust vectoring yang lebih sederhana dapat menjadi alternatif untuk pesawat tempur modern yang kompleks.
Nanjing, Republik Rakyat Tiongkok - Para peneliti dari Universitas Aeronautika dan Astronautika Nanjing berhasil menguji teknologi nozzle dorong aerodinamis yang mereka kembangkan dalam sebuah drone yang melaju hampir mencapai kecepatan suara. Ini merupakan langkah penting setelah hampir dua puluh tahun riset untuk menciptakan sistem thrust vectoring yang lebih ringan dan sederhana.
Berbeda dari sistem tradisional yang biasanya menggunakan banyak bagian mekanik yang rumit dan berat, nozzle ini tidak memiliki komponen bergerak sehingga membuat sistem tersebut jauh lebih ringan dan mudah dirawat. Hal ini penting untuk meningkatkan kemampuan manuver drone tanpa menambah bobot.
Pengujian drone dilakukan di gurun di barat laut Tiongkok menggunakan model CK300 yang memiliki panjang 3,6 meter dan berat bisa mencapai 140 kilogram. Drone ini mampu terbang pada ketinggian hingga 13.000 meter dengan kecepatan hingga 0,9 kali kecepatan suara.
Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras sebuah tim yang dipimpin oleh Profesor Xu Jinglei, yang selama ini berusaha menciptakan solusi thrust vectoring yang sesuai untuk drone dan dapat menggantikan teknologi yang selama ini digunakan di pesawat tempur mahal dan kompleks.
Dengan teknologi tersebut, di masa depan drone dan pesawat bisa memiliki desain yang lebih efisien dan mudah dikembangkan, memungkinkan peningkatan kemampuan misi tanpa perlu mengorbankan berat atau menambah biaya produksi dan perawatan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3342814/lighter-simpler-faster-could-thrust-device-give-chinese-drones-edge-over-f-35s?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3342814/lighter-simpler-faster-could-thrust-device-give-chinese-drones-edge-over-f-35s?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Dr. Chen Wei (Ahli Aerodinamika)
"Inovasi ini menunjukkan kemajuan besar dalam solusi aerodinamis yang menghilangkan kebutuhan komponen mekanik, yang biasanya rentan terhadap kerusakan dan menambah berat. Pendekatan tanpa komponen bergerak ini dapat meningkatkan keandalan dan kesiapan operasional drone di medan tempur."
Prof. Li Ming (Insinyur Penerbangan)
"Pengurangan berat dan kompleksitas pada sistem thrust vectoring ini tidak hanya memperbaiki performa manuver tetapi juga membuka peluang desain UAV yang lebih efisien dan hemat bahan bakar, sangat relevan untuk pengembangan drone masa depan."
Analisis Kami
"Penemuan ini sangat menjanjikan karena mampu menyederhanakan sistem thrust vectoring sekaligus mengurangi berat total pesawat, yang selama ini menjadi kendala utama pada jet tempur canggih. Jika diproduksi massal, teknologi ini berpotensi mengubah paradigma desain pesawat militer dan drone komersial dengan meningkatkan mobilitas dan mengurangi biaya perawatan."
Prediksi Kami
Teknologi nozzle dorong aerodinamis tanpa komponen bergerak ini kemungkinan akan diaplikasikan secara luas dalam pengembangan kendaraan udara tak berawak selanjutnya, meningkatkan efisiensi dan ketangguhan tanpa menambah berat atau kompleksitas mekanis.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa teknologi baru yang diuji coba dalam artikel ini?A
Teknologi baru yang diuji coba adalah sistem thrust vectoring aerodinamis.Q
Siapa yang memimpin tim penelitian di Nanjing University?A
Tim penelitian dipimpin oleh Profesor Xu Jinglei.Q
Di mana tes penerbangan dilakukan?A
Tes penerbangan dilakukan di gurun di barat laut China.Q
Apa keunggulan sistem thrust vectoring yang baru ini dibandingkan dengan sistem tradisional?A
Keunggulan sistem ini adalah lebih ringan dan lebih sederhana, tanpa komponen bergerak, sehingga meningkatkan manuverabilitas.Q
Apa spesifikasi dari CK300 UAV yang diuji coba?A
CK300 UAV memiliki panjang 3,6 meter, berat maksimal 140kg, ketinggian layanan 13.000 meter, dan kecepatan maksimum 0,9 Mach.



