Insinyur Cina Hidupkan Sayap Putar untuk Pesawat Hipersonik Tanpa Awak
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
17 Agt 2025
5 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Desain sayap oblique dapat meningkatkan efisiensi penerbangan pada berbagai kecepatan.
Pesawat hipersonik tanpa awak memiliki potensi besar dalam strategi militer modern.
Inovasi dalam teknologi penerbangan terus berkembang dengan memanfaatkan konsep yang telah ada sejak lama.
Insinyur di Cina sedang mengembangkan desain pesawat baru yang menggunakan sayap berputar miring, konsep lama dari tahun 1970-an, untuk menciptakan pesawat hipersonik tanpa awak yang mampu terbang lima kali kecepatan suara.
Berbeda dengan pesawat konvensional, pesawat ini memiliki satu sayap yang bisa berputar hingga 90 derajat untuk menyesuaikan posisi sayap sesuai kecepatan, sehingga memperbaiki efisiensi dan stabilitas dari lepas landas hingga perjalanan hipersonik.
Pada kecepatan rendah, sayap diposisikan tegak lurus untuk menghasilkan lift maksimal. Saat mendekati kecepatan suara, sayap mulai miring untuk mengurangi hambatan gelombang kejut tanpa mengorbankan daya angkat.
Ketika mencapai Mach 5, sayap berputar sejajar dengan badan pesawat, menjadikannya pesawat tipe waverider yang memanfaatkan tekanan udara terkompresi untuk mendukung kecepatan sangat tinggi.
Pesawat ini juga bisa mengirimkan kawanan drone ke wilayah musuh, menjadikannya alat strategis baru yang berpotensi mengubah taktik peperangan modern.
Analisis Ahli
Dr. Li Wei, Pakar Aerodinamika
Desain sayap berputar miring membuka kemungkinan baru untuk efisiensi penerbangan lintas kecepatan, namun implementasinya membutuhkan pengembangan material baru dan kontrol adaptif yang matang agar dapat menangani tekanan ekstrem di kecepatan hipersonik.Prof. James Anderson, Ahli Penerbangan Hipersonik
Memadukan teknologi waverider dengan sayap pivot adalah langkah inovatif yang berpotensi merevolusi desain pesawat hypersonic, terutama dalam aplikasi militer untuk pengiriman cepat dan stealth.

