Elon Musk Siap Bangun Jaringan Pusat Data AI di Luar Angkasa Tahun 2028
Courtesy of TechCrunch

Elon Musk Siap Bangun Jaringan Pusat Data AI di Luar Angkasa Tahun 2028

Menginformasikan rencana dan perkembangan terbaru terkait pembangunan pusat data kecerdasan buatan di orbit oleh SpaceX dan xAI yang bertujuan memanfaatkan energi matahari yang lebih efisien di luar angkasa, sekaligus menjelaskan prospek dan tantangan yang ada di masa depan.

06 Feb 2026, 01.50 WIB
46 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • SpaceX dan xAI berencana mengembangkan pusat data di luar angkasa.
  • Panel surya di luar angkasa dapat menghasilkan lebih banyak energi, menjadikan pusat data orbital lebih ekonomis.
  • Musk memprediksi bahwa dalam waktu dekat, pusat data AI di luar angkasa akan melampaui yang ada di Bumi.
Amerika Serikat - Elon Musk dan perusahaannya SpaceX baru-baru ini mengajukan rencana besar kepada FCC untuk membangun jaringan pusat data AI dengan kapasitas hingga satu juta satelit di luar angkasa. Hal ini menandai langkah serius menggabungkan teknologi luar angkasa dan kecerdasan buatan dalam satu infrastruktur yang revolusioner.
Pada hari Senin, SpaceX dan xAI, perusahaan AI milik Musk, secara resmi merger, memperkuat sinergi dalam rencana membangun pusat data di orbit. FCC juga sudah menerima berkas pengajuan dan membuka kesempatan untuk komentar publik, menandakan proyek ini mulai memasuki tahap formal.
Musk menyatakan bahwa energi matahari di luar angkasa jauh lebih kuat, sekitar lima kali lipat dibanding di darat, sehingga menghasilkan penghematan biaya utama dalam pengoperasian pusat data. Namun, argumen ini masih disertai pertanyaan mengenai bagaimana biaya lain dan pemeliharaan perangkat keras akan dikelola.
Patrick Collison dan Dwarkesh Patel di podcastnya membahas potensi dan tantangan proyek ini, termasuk keraguan soal bagaimana mengganti atau memperbaiki GPU yang mungkin mengalami kerusakan selama proses pelatihan AI di luar angkasa. Meski begitu, Musk tetap optimis dan memprediksi bahwa 2028 menjadi titik di mana pusat data AI di orbit lebih ekonomis dibanding di bumi.
Jika rencana ini berhasil, akan terjadi pergeseran besar dalam cara komputasi AI dikelola secara global, dengan SpaceX yang memiliki peran utama berkat kemampuan peluncuran roketnya. Ini bisa menjadi awal era baru yang menggabungkan investasi teknologi luar angkasa dan kecerdasan buatan secara masif.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/05/elon-musk-is-getting-serious-about-orbital-data-centers/

Analisis Ahli

Dwarkesh Patel
"Mengakui keunggulan energi di ruang angkasa, namun mengingatkan tentang masalah operasional seperti sulitnya servis GPU yang rusak selama pelatihan AI berlangsung, sehingga ada risiko teknis yang signifikan."

Analisis Kami

"Ide Elon Musk tentang pusat data AI orbital memang visioner dan memanfaatkan keunggulan energi surya di luar angkasa, tapi tantangan nyata seperti perawatan perangkat keras dan biaya peluncuran masih menjadi hambatan besar yang harus dipecahkan. Meski begitu, integrasi antara SpaceX dan xAI dapat mempercepat inovasi dalam bidang ini, meski secara ekonomi masih belum pasti seberapa cepat ini bisa terealisasi secara praktis."

Prediksi Kami

Dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, proyek pusat data AI berbasis orbit kemungkinan akan berkembang pesat dan mulai menggantikan sebagian besar kapasitas komputasi AI yang saat ini beroperasi di darat, membuka era baru dalam teknologi luar angkasa dan infrastruktur data global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa rencana terbaru SpaceX yang diajukan ke FCC?
A
SpaceX mengajukan rencana untuk jaringan pusat data dengan satu juta satelit kepada FCC.
Q
Apa tujuan merger antara SpaceX dan xAI?
A
Tujuan merger adalah untuk menggabungkan usaha luar angkasa dan kecerdasan buatan Musk untuk proyek infrastruktur bersama.
Q
Mengapa Musk percaya bahwa pusat data orbital lebih efisien?
A
Musk percaya bahwa panel surya dapat menghasilkan lebih banyak energi di luar angkasa, sehingga mengurangi biaya operasional.
Q
Apa tantangan yang dihadapi dalam operasional pusat data di luar angkasa?
A
Tantangan termasuk pemeliharaan GPU yang gagal selama pelatihan model AI.
Q
Apa yang diprediksi Musk untuk masa depan pusat data AI di luar angkasa?
A
Musk memprediksi bahwa dalam lima tahun, lebih banyak AI akan beroperasi di luar angkasa dibandingkan dengan total yang ada di Bumi.