Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

SpaceX Usulkan 1 Juta Satelit Data Center di Orbit, Tantangan Baru Sampah Antariksa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
TheVerge TheVerge
01 Feb 2026
235 dibaca
2 menit
SpaceX Usulkan 1 Juta Satelit Data Center di Orbit, Tantangan Baru Sampah Antariksa

Rangkuman 15 Detik

SpaceX berencana meluncurkan konstelasi besar satelit pusat data untuk mendukung industri AI.
Pusat data satelit dapat menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pusat data tradisional.
Permohonan SpaceX kepada FCC mencerminkan strategi negosiasi dengan angka yang sangat besar.
SpaceX baru-baru ini mengajukan permohonan ke FCC agar bisa meluncurkan hingga 1 juta satelit data center ke orbit rendah Bumi. Permohonan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan pusat data yang terletak di luar angkasa guna mendukung industri kecerdasan buatan yang semakin berkembang. Rencana SpaceX ini cukup ambisius karena satelit-satelit yang diusulkan akan menggunakan tenaga surya dan saling terhubung dengan laser, sehingga memungkinkan operasi yang efisien dan ramah lingkungan. Ini merupakan upaya yang mereka klaim lebih baik dibandingkan pusat data tradisional yang memerlukan konsumsi air dan energi yang besar di darat. Jumlah satelit yang diajukan jauh melebihi jumlah satelit saat ini yang ada di orbit, yang menurut ESA berjumlah sekitar 15.000 dan mayoritas adalah satelit Starlink milik SpaceX. Keberadaan satelit dalam jumlah besar ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang peningkatan sampah antariksa dan risiko tabrakan antar satelit. SpaceX berpendapat bahwa pusat data di orbit bisa mengurangi tekanan lingkungan di darat, seperti menurunkan polusi air dan listrik, serta memungkinkan pembuangan panas yang lebih efektif ke ruang angkasa. Ini menjadi alternatif menarik bagi industri AI yang menghadapi penolakan dari masyarakat terkait pembangunan pusat data di wilayah mereka. Meskipun rencana ini futuristik, banyak pihak menilai bahwa regulasi dan teknologi pengelolaan sampah antariksa harus diprioritaskan supaya orbit tetap aman dan berkelanjutan. Permintaan SpaceX kemungkinan akan menjadi bahan perdebatan panjang di antara regulator dan komunitas ilmiah global.

Analisis Ahli

Elon Musk
Visi untuk menjadi peradaban Kardashev tingkat II sangat futuristik, tapi implementasinya harus seimbang dengan tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan ruang angkasa.
European Space Agency
Kita harus sangat berhati-hati dengan ekspansi jumlah satelit, karena risiko tabrakan dan sampah antariksa yang tidak terkelola bisa membahayakan semua misi luar angkasa.