Mantan Engineer Google Terancam 175 Tahun Penjara Karena Curi Rahasia AI
Courtesy of CNBCIndonesia

Mantan Engineer Google Terancam 175 Tahun Penjara Karena Curi Rahasia AI

Memberikan informasi tentang vonis bersalah terhadap Linwei Ding yang mencuri rahasia dagang AI Google dan ancaman hukuman berat sebagai peringatan terhadap pencurian teknologi nasional.

05 Feb 2026, 20.40 WIB
71 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Linwei Ding dinyatakan bersalah atas pencurian rahasia dagang dan spionase.
  • Ancaman hukuman maksimal yang dihadapi Ding mencapai 175 tahun penjara.
  • Kasus ini menunjukkan perhatian pemerintah AS terhadap pencurian teknologi yang berkaitan dengan keamanan nasional.
San Francisco, Amerika Serikat - Linwei Ding, mantan engineer Google, dinyatakan bersalah oleh juri federal Amerika Serikat karena mencuri rahasia dagang teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Google. Ia dihadapkan pada dakwaan pencurian rahasia dagang dan spionase yang berkaitan dengan teknologi tingkat tinggi Google.
Selama bekerja di Google, Ding menyalin dan memindahkan lebih dari 1.000 file internal yang sangat sensitif ke akun cloud pribadi dengan cara tersembunyi agar tidak terdeteksi oleh sistem keamanan perusahaan. Dokumen ini mencakup teknologi chip khusus dan sistem jaringan AI yang menjadi keunggulan Google.
Jaksa AS menyatakan bahwa Ding juga memiliki hubungan dengan dua perusahaan teknologi asal China dan menjalankan peran penting di perusahaan tersebut saat masih bekerja di Google. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan nasional dan persaingan teknologi global.
Ancaman hukuman bagi Ding mencapai 175 tahun penjara jika seluruh dakwaan dikumulatifkan, dan potensi denda jutaan dolar juga dapat dikenakan. Namun, hakim memutuskan untuk membebaskannya sementara waktu menunggu penjatuhan vonis akhir karena dianggap tidak berisiko melarikan diri.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi perusahaan teknologi tentang pentingnya menjaga keamanan data dan mencegah bocornya teknologi canggih ke pihak asing, terutama dari negara yang bersaing langsung dengan Amerika Serikat di bidang inovasi teknologi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260205152456-37-708524/eks-pegawai-google-ternyata-mata-mata-china-diancam-penjara-175-tahun

Analisis Ahli

Craig H. Missakian
"Pencurian teknologi bernilai tinggi tidak akan dibiarkan tanpa hukuman, dan pemerintah bertekad melindungi modal intelektual Amerika secara agresif."
Sanjay Virmani
"Kasus ini langsung berhubungan dengan keamanan nasional AS karena pencurian dan penyalahgunaan AI dapat mengancam keunggulan teknologi dan ekonomi negara."

Analisis Kami

"Kasus Linwei Ding menggambarkan betapa vitalnya perlindungan hak kekayaan intelektual terutama di bidang teknologi AI yang sangat strategis. Hukuman tegas ini tentu akan memberi efek jera, tetapi juga membuka diskusi penting tentang bagaimana perusahaan seperti Google dapat meningkatkan sistem keamanan internal agar kebocoran serupa tak terulang."

Prediksi Kami

Dihukumnya Ding dengan ancaman berat akan memperkuat tindakan hukum terhadap pencurian teknologi berbasis AI dan meningkatkan pengawasan perusahaan teknologi Amerika terhadap karyawan yang memiliki akses ke data sensitif.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tuduhan utama terhadap Linwei Ding?
A
Tuduhan utama terhadap Linwei Ding adalah pencurian rahasia dagang dan spionase untuk kepentingan perusahaan teknologi asal China.
Q
Berapa total ancaman hukuman yang dihadapi Ding?
A
Total ancaman hukuman yang dihadapi Ding mencapai 175 tahun penjara.
Q
Apa yang dicuri oleh Ding dari Google?
A
Ding mencuri data kecerdasan buatan milik Google, termasuk sistem perangkat keras dan perangkat lunak proprietary yang digunakan untuk AI.
Q
Mengapa kasus ini dianggap berkaitan dengan keamanan nasional AS?
A
Kasus ini dianggap berkaitan dengan keamanan nasional AS karena pencurian teknologi AI canggih dapat mengancam keunggulan teknologi Amerika dan daya saing ekonominya.
Q
Apa argumen pembelaan yang diajukan oleh pengacara Ding?
A
Argumen pembelaan yang diajukan oleh pengacara Ding adalah bahwa dia tidak pernah menjual atau menggunakan informasi tersebut dan bahwa Google gagal memberikan perlindungan yang memadai terhadap dokumen internalnya.