Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Pemanasan Global Mencapai Titik Kritis, Butuh Tindakan Cepat Dunia

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
28 Jul 2025
43 dibaca
2 menit
Ancaman Pemanasan Global Mencapai Titik Kritis, Butuh Tindakan Cepat Dunia

Rangkuman 15 Detik

Krisis iklim semakin mendesak dan memerlukan aksi segera dari seluruh negara.
Perubahan iklim telah menyebabkan pencairan es di Antartika dan cuaca ekstrem di seluruh dunia.
Kemauan politik antarnegara sangat penting untuk mengimplementasikan solusi terhadap perubahan iklim.
Pemanasan global telah menjadi ancaman serius bagi Bumi dengan suhu yang diprediksi akan mencapai 1,5 derajat Celcius pada tahun 2030, yang merupakan batas kritis dimana perubahan iklim tidak dapat dikembalikan lagi. Kondisi ini akan menyebabkan dampak besar seperti kepunahan spesies, kegagalan panen, dan kerusakan sistem iklim, yang akan dirasakan seluruh umat manusia. Beberapa negara kaya sudah berencana untuk mencapai karbon netral pada tahun 2050, namun Sekjen PBB Antonio Gueterres meminta agar target tersebut dipercepat menjadi 2040. Pengurangan emisi secara global menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi dampak pemanasan yang makin parah. Ketua IPCC Lee Hoesung mengatakan bahwa teknologi dan anggaran sudah tersedia untuk menangani perubahan iklim, namun yang menjadi kendala utama adalah kurangnya kemauan politik antarnegara untuk bekerja sama mencapai tujuan tersebut. Fenomena pemanasan global sudah dirasakan dengan suhu Bumi yang sekarang meningkat lebih dari 1,2 derajat Celcius dibandingkan masa pra-industri. Cuaca ekstrem pun lebih sering terjadi, dan es laut di Antartika mengalami penyusutan yang signifikan mencapai rekor terendah pada tahun 2023. Jika tidak ada tindakan cepat, pada tahun 2100 pemanasan global diperkirakan mencapai 1,8 derajat Celcius dan setengah populasi manusia akan hidup dalam kondisi panas dan kelembaban yang ekstrim, terutama di wilayah Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika Barat.

Analisis Ahli

Lee Hoesung
Memiliki teknologi dan anggaran untuk mengatasi perubahan iklim, tetapi terhambat oleh kurangnya kemauan politik antarnegara.