Investasi Besar Kerajaan Abu Dhabi di Perusahaan Trump Picu Kontroversi AI
Courtesy of CNBCIndonesia

Investasi Besar Kerajaan Abu Dhabi di Perusahaan Trump Picu Kontroversi AI

Melaporkan dan menginformasikan kepada pembaca mengenai dampak serta kontroversi di balik pembelian saham besar oleh keluarga kerajaan Abu Dhabi dalam perusahaan kripto keluarga Trump dan hubungannya dengan penjualan chip AI dari AS ke UEA, yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik kepentingan.

03 Feb 2026, 18.30 WIB
262 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Sheikh Tahnoon bin Zayed melakukan investasi besar di perusahaan yang terkait dengan Donald Trump.
  • Kesepakatan ini menimbulkan isu konflik kepentingan dalam hubungan antara pemerintah AS dan UEA.
  • Elizabeth Warren menyerukan pembatalan kesepakatan penjualan chip AI karena dianggap berpotensi korup.
Jakarta, Indonesia - Sheikh Tahnoon bin Zayed dari keluarga kerajaan Abu Dhabi membeli saham hampir setengah di perusahaan kripto milik keluarga Presiden Donald Trump melalui Aryam Investment. Nilai investasi tersebut mencapai Rp 8.35 triliun (US$500 juta) yang dilakukan tahun lalu.
Dengan pembelian ini, Aryam Investment menjadi pemegang saham terbesar kedua di World Liberty Financial, sementara keluarga pendiri lainnya seperti Steve Witkoff juga mendapatkan keuntungan besar senilai Rp 517.70 miliar (US$31 juta) .
Tidak lama setelah transaksi ini, pemerintah Amerika Serikat mengizinkan Uni Emirat Arab untuk membeli ribuan chip AI dari Nvidia, dimana sebagian chip akan diberikan kepada G42, perusahaan AI milik Sheikh Tahnoon.
Aksi ini memicu kekhawatiran sejumlah anggota Kongres AS, termasuk Senator Elizabeth Warren yang menuding adanya korupsi serta meminta agar penjualan chip AI tersebut dibatalkan demi melindungi keamanan nasional.
Pihak Gedung Putih membantah adanya konflik kepentingan dan mengatakan keterlibatan Steve Witkoff untuk mendukung tujuan perdamaian dunia, namun laporan ini tetap membuka sorotan dan pengawasan mengenai hubungan Trump dengan Uni Emirat Arab.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260203172202-37-707872/dpr-ngamuk-kripto-trump-ketahuan-dibeli-syekh-mata-mata-dari-arab

Analisis Ahli

Senator Elizabeth Warren
"Ini adalah korupsi, murni dan sederhana; harus ada pembatalan keputusan penjualan chip AI ke UEA."

Analisis Kami

"Kesepakatan besar ini mengindikasikan hubungan yang semakin erat antara kekuatan bisnis dan politik internasional yang bisa menimbulkan risiko besar bagi integritas pemerintahan dan keamanan nasional AS. Keterlibatan chip AI sensitif menambah dimensi kompleks yang berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik dan bisnis."

Prediksi Kami

Pengawasan dan tekanan dari Kongres AS kemungkinan akan meningkat, memicu investigasi lebih lanjut terkait hubungan bisnis dan politik antara keluarga Trump, UEA, serta implikasinya terhadap kebijakan ekspor teknologi sensitif AS.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa Sheikh Tahnoon bin Zayed?
A
Sheikh Tahnoon bin Zayed adalah anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi dan investor besar.
Q
Apa yang dibeli oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed?
A
Sheikh Tahnoon bin Zayed membeli 49% saham di World Liberty Financial.
Q
Mengapa pembelian saham ini menuai kontroversi?
A
Pembelian saham ini menuai kontroversi karena diduga ada potensi konflik kepentingan terkait hubungan dengan pemerintah Trump.
Q
Apa yang terjadi setelah kesepakatan pembelian saham?
A
Setelah kesepakatan, pemerintah AS mengizinkan UEA membeli chip AI dari Nvidia, yang menambah perhatian terhadap kesepakatan ini.
Q
Siapa yang mengkritik kesepakatan ini?
A
Elizabeth Warren adalah salah satu yang mengkritik kesepakatan ini, menyebutnya sebagai bentuk korupsi.