Lonjakan Saham Tesla 22% di Mei 2025 Setelah Elon Musk Fokus Kembali ke Bisnis
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
02 Jun 2025
301 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Saham Tesla mengalami pemulihan meskipun masih menghadapi tantangan di pasar global.
Elon Musk mengurangi keterlibatan politiknya untuk fokus pada bisnis Tesla dan perusahaan lainnya.
Peluncuran layanan robotaxi diharapkan menjadi tonggak penting bagi Tesla setelah bertahun-tahun penantian.
Pada tahun 2025, saham Tesla sempat turun sekitar 14% sejak awal tahun karena menurunnya penjualan di pasar penting seperti China dan Eropa. Namun, di bulan Mei, saham Tesla mengalami lonjakan besar lebih dari 22%, menandai perubahan positif bagi perusahaan dan para investornya.
Lonjakan ini dipicu oleh keputusan Elon Musk yang memilih mengurangi aktivitas politiknya dan kembali fokus mengembangkan bisnis utama Tesla dan perusahaan lain seperti SpaceX dan xAI. Meski Musk tetap menjadi penasihat, dia berkomitmen menyisihkan sedikit waktu untuk urusan pemerintahan hingga akhir masa jabatan Presiden Trump.
Trump sendiri mengakhiri penugasan Musk sebagai pegawai pemerintah khusus yang sempat memengaruhi fokus Musk. Namun, Trump tetap memuji Musk dan menyatakan bahwa Musk akan selalu mendukung pemerintahannya.
Selain itu, Tesla bersiap meluncurkan layanan robotaxi di Austin, Texas, pada 12 Juni 2025 dengan menggunakan armada Model Y yang telah dilengkapi teknologi Full Self Driving terbaru. Ini menjadi langkah penting menuju visi kendaraan tanpa sopir yang sudah lama dijanjikan Musk.
Meskipun menghadapi tekanan agar Elon Musk mengatur jam kerjanya lebih baik, Tesla mendapat keuntungan dari dua pabrik besar di AS dan tingginya proporsi komponen lokal, yang membantu perusahaan menghadapi tantangan tarif perdagangan di pasar global.


