TLDR
Transformasi AMD dalam penerapan AI berfokus pada kualitas data dan integrasi sistem. Keberhasilan AI di AMD bergantung pada pendekatan holistik, bukan hanya solusi titik. Penggunaan governance yang baik membantu menjaga keamanan dan keandalan dalam penggunaan AI. Hasmukh Ranjan bergabung dengan AMD sebagai CIO empat tahun lalu ketika perusahaan sudah sangat kuat di berbagai bidang komputasi, namun AI belum menjadi fokus utama. Sejak munculnya gelombang AI generatif pada 2022, AMD bergerak cepat untuk mengintegrasikan AI ke dalam produk dan operasional internalnya dengan tujuan besar mengubah cara kerja perusahaan secara mendalam.Strategi AI AMD bukan hanya soal chatbot atau alat bantu asistif, melainkan bagaimana AI bisa menyederhanakan alur kerja kompleks dan mendorong otomasi serta otonomi. AMD memandang AI sebagai transformasi struktural yang menghubungkan sistem, data, dan proses dalam skala besar untuk hasil yang jauh lebih signifikan.Salah satu fokus penting adalah tata kelola yang ketat melalui pembentukan organisasi AI bertanggung jawab yang mengawasi setiap inisiatif AI untuk memastikan keamanan data, perlindungan privasi, dan menjaga kepercayaan di tengah percepatan inovasi teknologi.AMD mengukur keberhasilan AI di tingkat agregat dengan metrik seperti cakupan layanan dan efisiensi biaya TI per karyawan. Ini memungkinkan mereka menerima kegagalan proyek individu sebagai bagian dari proses belajar tanpa kehilangan fokus pada hasil strategis jangka panjang yang diinginkan.AMD juga membangun platform data internal bernama Optima sebagai pondasi data terpadu dan mengembangkan digital twins serta sistem self-healing yang mampu menjalankan tugas otonom secara efektif. Ke depan, AMD berencana menyederhanakan proses bisnis dengan pengalaman “click to X” yang memungkinkan efisiensi proses tinggi dalam berbagai bidang.