Pria Bertahan 48 Jam Tanpa Paru dengan Sistem Paru Buatan yang Revolusioner
Courtesy of NatureMagazine

Pria Bertahan 48 Jam Tanpa Paru dengan Sistem Paru Buatan yang Revolusioner

Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem paru buatan eksternal yang inovatif yang dapat menjaga fungsi jantung dan sirkulasi darah secara normal selama pasien tanpa paru-paru asli, sehingga memberikan harapan baru dan waktu tambahan bagi pasien kritis untuk menerima transplantasi paru.

29 Jan 2026, 07.00 WIB
50 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Sistem paru-paru buatan dapat menyelamatkan nyawa pasien yang tidak dapat menerima transplantasi paru-paru segera.
  • Pengembangan teknologi medis yang inovatif dapat mengubah hasil pasien yang sebelumnya dianggap tidak ada harapan.
  • Pseudomonas aeruginosa merupakan infeksi yang serius dan dapat menyebabkan komplikasi fatal pada pasien dengan masalah pernapasan.
Chicago, Amerika Serikat - Seorang pria berusia 33 tahun mengalami kegagalan paru yang parah akibat infeksi virus influenza dan bakteri resisten obat. Kondisinya memburuk hingga jantung dan ginjal mulai gagal, membuatnya tidak mungkin langsung menjalani transplantasi paru.
Tim medis dari Northwestern University mengembangkan sistem paru buatan eksternal yang mampu menjaga aliran darah dan fungsi jantung secara normal tanpa adanya paru-paru asli selama 48 jam.
Sistem ini unik karena dapat mempertahankan aliran darah seimbang dan kontinu ke jantung, sehingga mengurangi risiko pembekuan darah, berbeda dengan alat lain yang hanya menjaga kadar oksigen.
Setelah pengangkatan paru-paru yang terinfeksi dan penggunaan alat ini, kondisi pasien membaik secara signifikan, sehingga ia dapat menerima transplantasi paru ganda dengan sukses.
Hingga hampir tiga tahun kemudian, pasien tersebut tetap sehat tanpa tanda penolakan organ, menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam perawatan pasien dengan kegagalan paru berat.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00239-y

Analisis Ahli

Ankit Bharat
"Sistem paru buatan kami unik karena mempertahankan aliran darah seimbang ke jantung sekaligus mengurangi risiko pembekuan darah yang berbahaya, memungkinkan pasien bertahan hingga transplantasi."
Natasha Rogers
"Menjaga fungsi jantung normal tanpa paru-paru itu sangat sulit, dan tim ini menunjukkan keberanian sekaligus menciptakan inovasi yang menjanjikan bagi pasien kritis."

Analisis Kami

"Inovasi ini merupakan terobosan besar dalam bidang transplantasi dan perawatan pasien dengan kegagalan paru yang parah, karena mampu menjaga fungsi kardiovaskular dengan sangat baik. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan akses teknologi ini secara luas dan mengintegrasikannya ke dalam prosedur standar perawatan kritis tanpa menimbulkan komplikasi jangka panjang."

Prediksi Kami

Penggunaan sistem paru buatan ini akan semakin berkembang dan diadopsi secara luas untuk menyelamatkan pasien dengan kondisi paru-paru kritis sementara menunggu transplantasi, sehingga meningkatkan peluang hidup pasien serta hasil transplantasi jangka panjang.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada pasien berusia 33 tahun sebelum menggunakan sistem paru-paru buatan?
A
Pasien mengalami gagal pernapasan akut akibat virus influenza dan infeksi Pseudomonas aeruginosa.
Q
Mengapa sistem paru-paru buatan ini dianggap unik?
A
Sistem paru-paru buatan ini mempertahankan aliran darah yang seimbang dan kontinu ke jantung, sehingga mengurangi risiko pembekuan darah.
Q
Apa kondisi medis yang dialami pasien yang menyebabkan pemasangan sistem paru-paru buatan?
A
Pasien mengalami gagal pernapasan akut yang disebabkan oleh infeksi, dan kemudian jatuh ke dalam keadaan syok septik.
Q
Berapa lama pasien dapat bertahan hidup tanpa paru-paru?
A
Pasien dapat bertahan hidup selama 48 jam tanpa paru-paru dengan bantuan sistem paru-paru buatan.
Q
Apa yang terjadi setelah pasien menerima transplantasi paru-paru?
A
Setelah menerima transplantasi paru-paru, pasien menunjukkan tidak ada tanda-tanda penolakan organ dan fungsi paru-paru yang baik.