Transplantasi Paru dari Babi Genetik: Terobosan Baru Penyelamat Nyawa
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
26 Agt 2025
257 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Transplantasi paru-paru dari babi genetik yang dimodifikasi merupakan langkah awal dalam xenotransplantasi.
Tidak ada tanda-tanda penolakan dalam beberapa hari setelah transplantasi, meskipun ada beberapa kerusakan pada organ.
Penelitian ini dapat membuka jalan untuk penggunaan organ babi dalam menyelamatkan nyawa manusia di masa depan.
Para ilmuwan di Cina berhasil melakukan transplantasi paru-paru dari babi yang dimodifikasi secara genetik ke seorang pria berusia 39 tahun yang sudah dalam kondisi mati otak. Organ tersebut bertahan selama sembilan hari tanpa menimbulkan penolakan langsung dari tubuh penerima.
Paru-paru yang ditransplantasi berasal dari babi dengan enam perubahan genetik: tiga gen dihilangkan untuk mengurangi penolakan sistem imun dan tiga gen manusia ditambahkan untuk melindungi organ tersebut.
Transplantasi ini merupakan langkah besar karena paru-paru dikenal sebagai organ yang paling sulit untuk ditransplantasikan, terutama karena banyaknya pembuluh darah yang membuatnya rentan terhadap kerusakan akibat serangan imun dan pembekuan darah.
Setelah transplantasi, paru-paru mengalami pembengkakan dan kerusakan jaringan akibat kekurangan oksigen saat prosedur berlangsung, serta adanya serangan antibodi pada hari ketiga dan keenam, meskipun kerusakan tersebut berkurang pada hari kesembilan.
Para peneliti berharap kemajuan ini akan membantu mengatasi kekurangan donor organ di masa depan, agar ribuan pasien yang menunggu transplantasi bisa mendapatkan kesempatan hidup lebih lama.
Analisis Ahli
Muhammad Mohiuddin
Ini adalah langkah awal yang penting menuju transplantasi paru xenogenik, karena pulmonari merupakan organ paling kompleks untuk transplantasi akibat banyaknya pembuluh darah yang rentan terhadap serangan imun.

