Setelah PHK Meta, Kreator Mandiri Bangun Masa Depan VR dengan Brain Candy
Courtesy of Forbes

Setelah PHK Meta, Kreator Mandiri Bangun Masa Depan VR dengan Brain Candy

Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana inovasi dalam dunia realitas virtual dan terapi dengan stimulasi cahaya berkedip, seperti aplikasi Brain Candy, bisa menjadi jalan baru bagi pengembangan teknologi VR yang terjangkau dan aksesibel bagi lebih banyak orang, sekaligus memberikan gambaran optimisme di tengah tantangan industri teknologi saat ini.

29 Jan 2026, 20.00 WIB
154 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kreator independen di VR terus berinovasi meskipun ada tantangan di industri.
  • Aplikasi seperti Brain Candy menawarkan pendekatan yang lebih terjangkau untuk terapi psikodelik melalui teknologi VR.
  • Kesulitan finansial di perusahaan besar dapat membuka peluang bagi individu untuk mengeksplorasi ide-ide baru dalam teknologi VR.
Pada tahun 2000 setelah krisis dot-com, banyak orang mengira internet akan hilang, tetapi kenyataannya internet berkembang dan mendukung banyak aspek kehidupan sehari-hari. Saat itu, ketika modal ventura menarik dana mereka, kreator independen mulai membuat banyak hal baru seperti blog dan meme, yang membantu membangun internet modern yang kita kenal sekarang.
Baru-baru ini, Meta melakukan PHK besar-besaran dan banyak orang langsung menyatakan teknologi seperti realitas virtual (VR) dan metaverse sudah mati. Namun, situasi kini mirip dengan masa setelah krisis dot-com, di mana para pengembang mandiri semakin aktif menciptakan aplikasi baru dan konten VR yang menarik.
Salah satu contoh adalah David Lobser, yang merilis aplikasi VR bernama Brain Candy. Aplikasi ini menggunakan cahaya berkedip intens untuk mensimulasikan pola psikedelik yang disebut Kluver form constants, yang telah lama dipelajari dalam terapi psikedelik dan olahraga otak menggunakan EEG.
Biaya perangkat terapi cahaya saat ini sangat mahal, seperti lampu Roxiva yang seharga 5,500 dolar AS dan Lucia seharga 35,000 dolar AS, serta kacamata NeuroVizr seharga 599 dolar AS dengan biaya langganan. Brain Candy hadir sebagai alternatif murah yang bisa dipakai di headset Meta Quest seharga sekitar 300 dolar AS.
Lobser masih optimis dengan masa depan VR meskipun tantangan tetap ada, terutama soal adopsi dan ketersediaan konten. Dengan adanya PHK, banyak talenta VR yang mungkin akan memulai proyek independen, sehingga perkembangan VR akan berlanjut lebih fokus ke pengguna dan kreator yang benar-benar berdedikasi.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/cortneyharding/2026/01/29/strobe-lights-vr-and-the-microdose-adjacent-future-of-xr/

Analisis Ahli

David Lobser
"Saya yakin VR masih memiliki peluang besar, dan dengan perangkat yang tidak lagi disubsidi, pasar akan terkurasi oleh pengguna yang benar-benar tertarik dan berdedikasi, mendorong konten yang lebih berkualitas dan inovatif."

Analisis Kami

"Situasi saat ini sangat mirip dengan pasca-kejatuhan dot-com di mana kreativitas dan ide baru muncul dari independen yang lebih bebas dari tekanan komersial besar. Ini memberikan harapan bahwa meski pasar besar terpukul, inovasi tetap berjalan dan bisa melahirkan generasi baru teknologi VR yang autentik dan unik."

Prediksi Kami

Kreator independen dan startup VR akan semakin berkembang dan menciptakan berbagai aplikasi inovatif meskipun dengan keterbatasan dana, sehingga teknologi VR akan lebih terjangkau dan menarik bagi audiens yang lebih sempit namun berdedikasi.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa David Lobser?
A
David Lobser adalah seorang pengembang yang telah berkecimpung dalam bidang VR selama lebih dari sepuluh tahun dan menciptakan aplikasi Brain Candy.
Q
Apa itu Brain Candy?
A
Brain Candy adalah aplikasi simulasi sensorik yang menggunakan cahaya strobe untuk menciptakan pola psikodelik bagi pengguna headset Meta Quest.
Q
Mengapa VR dianggap memiliki potensi meskipun ada pemutusan hubungan kerja di Meta?
A
Meskipun ada pemutusan hubungan kerja, banyak kreator independen yang tetap percaya pada potensi VR dan terus menciptakan konten baru.
Q
Apa yang dilakukan Meta baru-baru ini?
A
Meta baru-baru ini melakukan pemutusan hubungan kerja yang mengakibatkan banyak talenta keluar dari perusahaan.
Q
Mengapa terapi strobe menjadi perhatian dalam konteks psikoterapi?
A
Terapi strobe menjadi perhatian karena ada minat yang berkembang di bidang terapi psikodelik dan strobe lights berpotensi memberikan pengalaman unik bagi pengguna.