Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mikroba Hidup di Batu Berusia 2 Miliar Tahun Buka Pintu Penelitian Baru

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (1mo ago) climate-and-environment (1mo ago)
29 Jan 2026
71 dibaca
2 menit
Mikroba Hidup di Batu Berusia 2 Miliar Tahun Buka Pintu Penelitian Baru

Rangkuman 15 Detik

Penemuan mikro-organisme hidup dalam batuan berusia 2 miliar tahun membuka peluang baru dalam penelitian biologi.
Mikroba yang ditemukan dapat memberikan informasi penting tentang evolusi kehidupan di Bumi.
Penelitian ini dapat membantu mencari kehidupan di planet lain seperti Mars.
Para peneliti menemukan mikroorganisme yang masih hidup di dalam batuan berusia 2 miliar tahun yang diambil dari Afrika Selatan. Temuan ini sangat mengejutkan karena selama ini diperkirakan batuan berusia sangat tua tidak dapat mendukung kehidupan mikroba. Sebelumnya, bukti adanya mikroorganisme hidup dalam lapisan geologi tertua hanya berasal dari batuan berusia sekitar 100 juta tahun. Jadi, temuan ini jauh lebih tua dan menunjukkan kehidupan bisa bertahan di lingkungan ekstrim selama miliaran tahun. Peneliti Yohey Suzuki dari University of Tokyo mengatakan bahwa penelitian mikroba ini dapat membuka banyak peluang terutama dalam studi evolusi biologi dan genetika. Mikroorganisme tersebut memiliki laju evolusi yang sangat lambat sehingga dapat memberikan informasi tentang proses evolusi awal kehidupan di Bumi. Selain itu, penelitian ini juga relevan dalam konteks eksplorasi luar angkasa. NASA sedang melakukan misi pengambilan sampel di Mars, dan batuan Mars yang akan dikaji memiliki usia yang mungkin sama dengan batuan kuno di Afrika Selatan ini. Penelitian ini memberikan harapan untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di Mars. Kesimpulannya, penemuan mikroba di batu kuno ini tidak hanya membuka wawasan tentang sejarah kehidupan di Bumi tetapi juga mendukung studi terkait pencarian kehidupan di planet lain di alam semesta.

Analisis Ahli

Yohey Suzuki
Penemuan ini menjadi titik awal revolusioner untuk memahami evolusi kehidupan paling awal di Bumi sekaligus membuka peluang riset biologi astrobiologi.