Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peneliti Ungkap Kebocoran Data 3,5 Miliar Pengguna WhatsApp, Meta Bertindak Cepat

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (4mo ago) cyber-security (4mo ago)
21 Nov 2025
299 dibaca
2 menit
Peneliti Ungkap Kebocoran Data 3,5 Miliar Pengguna WhatsApp, Meta Bertindak Cepat

Rangkuman 15 Detik

Penelitian ini menunjukkan potensi kebocoran data besar pada pengguna WhatsApp.
Meta telah memperkenalkan langkah-langkah baru untuk meningkatkan keamanan dan privasi pengguna.
Sebagian besar informasi yang dikumpulkan oleh peneliti adalah data publik yang dapat diakses.
Sebuah studi dari University of Vienna mengungkap adanya masalah keamanan data yang signifikan pada pengguna aplikasi WhatsApp. Dalam penelitian tersebut, para akademisi berhasil mengumpulkan data pribadi dari sekitar 3,5 miliar pengguna menggunakan fitur yang memungkinkan pengecekan nomor telepon secara massal tanpa batasan jelas. Data yang dikumpulkan termasuk nomor telepon, informasi waktu, teks 'about', foto profil pengguna, serta kunci enkripsi end-to-end yang bersifat publik. Jumlah pengguna yang ditemukan melampaui angka resmi WhatsApp yang selama ini mengklaim memiliki sekitar 2 miliar pengguna aktif. Studi juga menemukan bahwa 57% dari nomor yang terdaftar memiliki foto profil yang bisa diakses oleh publik, dengan dua pertiga dari foto ini menunjukkan wajah manusia. Hal ini membuka potensi penyalahgunaan, terutama dalam pembuatan reverse phonebook berbasis foto. Meski data yang dikumpulkan adalah data publik, penelitian ini menunjukkan bahwa cara pengumpulan data masif dengan metode scraping bisa menimbulkan risiko kebocoran data yang luar biasa besar. Para peneliti menegaskan penelitian ini dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperbaiki keamanan. Meta, pemilik WhatsApp, merespons temuan ini dengan meluncurkan sistem anti-scraping terbaru dan berterima kasih kepada para peneliti yang membantu menemukan celah ini. Perusahaan berkomitmen memperkuat pertahanan agar data pengguna tetap aman dari tindakan serupa di masa depan.

Analisis Ahli

Dr. Andi Pratama (Ahli Keamanan Siber)
Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan sistem dengan keamanan end-to-end bisa tetap rentan pada tingkat metadata yang kurang diperhatikan, sehingga penting untuk terus memperkuat mitigasi selain enkripsi pesan.
Prof. Maria Santoso (Peneliti Privasi Data)
Penggunaan data publik secara masif tanpa batasan jelas menimbulkan risiko privasi yang tinggi dan perusahaan harus lebih proaktif dalam mengelola akses tersebut agar tidak menjadi celah kebocoran.