OpenAI Ingin Hapus Bot dengan Jejaring Sosial Verifikasi Biometrik
Courtesy of Forbes

OpenAI Ingin Hapus Bot dengan Jejaring Sosial Verifikasi Biometrik

Membangun sebuah platform media sosial baru yang hanya diisi oleh manusia asli menggunakan verifikasi biometrik untuk menghilangkan akun bot dan meningkatkan kualitas interaksi sosial online.

29 Jan 2026, 04.05 WIB
17 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • OpenAI sedang mengembangkan jaringan sosial dengan fokus pada verifikasi identitas manusia.
  • Verifikasi biometrik dapat membantu mengatasi masalah akun bot, tetapi ada kekhawatiran privasi yang signifikan.
  • OpenAI akan menghadapi persaingan ketat dari platform media sosial yang sudah mapan.
tidak spesifik, internasional - OpenAI sedang mengembangkan sebuah aplikasi jejaring sosial baru yang didesain untuk memastikan hanya manusia asli yang bisa bergabung, sebagai upaya melawan banyaknya bot yang mengganggu platform media sosial saat ini. Inovasi ini ditujukan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih autentik dan aman dari penyebaran konten palsu.
Tim kecil di OpenAI sedang mempertimbangkan teknologi biometrik, seperti Apple Face ID dan World Orb (pemindai iris unik), sebagai metode verifikasi identitas pengguna agar bisa dipastikan mereka manusia asli. Teknologi ini unik dan berbeda dari metode verifikasi biasanya yang menggunakan nomor telepon atau email.
Masalah bot ini semakin parah terutama di platform seperti Twitter/X setelah pengurangan staf besar-besaran di tim keamanan yang mengawasi konten. Elon Musk sendiri pernah berusaha membersihkan bot, tapi masalah ini tetap berlanjut, sehingga OpenAI menyadari perlunya solusi baru yang lebih efektif.
Meskipun masih sangat awal, rencana OpenAI berpotensi menghadapi persaingan ketat dari platform besar seperti Instagram, TikTok, dan Meta’s Threads, yang sudah lebih dulu menawarkan fitur AI dalam konten mereka. Meski begitu, keunikan OpenAI dalam mengintegrasikan teknologi biometrik bisa menjadi nilai jual utama.
Belum ada tanggal pasti peluncuran untuk jejaring sosial ini, dan OpenAI belum memberikan komentar resmi. Namun, ide ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dan biometrik dapat bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman media sosial yang lebih aman dan lebih jujur.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/annatong/2026/01/28/openai-wants-to-create-biometric-social-network-to-kill-xs-bot-problem/

Analisis Ahli

Adam Mosseri
"Penggunaan AI di media sosial semakin meluas, dan masalah konten sintetis harus ditangani dengan solusi yang inovatif seperti yang sedang dikembangkan OpenAI."

Analisis Kami

"Pendekatan OpenAI yang menggunakan verifikasi biometrik sangat revolusioner, tapi juga menantang dari sisi privasi dan keamanan data pengguna. Keberhasilan atau kegagalan proyek ini akan sangat menentukan masa depan interaksi sosial digital, terutama dalam mengurangi penyebaran konten palsu dan bot yang merusak kualitas diskusi online."

Prediksi Kami

Jika OpenAI berhasil meluncurkan platform media sosial berbasis verifikasi biometrik yang efektif, ini dapat mengubah standar keamanan dan keaslian pengguna di industri media sosial, memaksa platform lain untuk mengadopsi teknologi serupa demi menjaga integritas komunitas mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa misi utama dari jaringan sosial yang sedang dikembangkan oleh OpenAI?
A
Misi utama adalah menciptakan platform yang hanya untuk manusia untuk mengatasi masalah bot.
Q
Bagaimana OpenAI berniat mengatasi masalah akun bot?
A
OpenAI berencana untuk menggunakan verifikasi biometrik untuk memastikan setiap akun diwakili oleh orang nyata.
Q
Apa saja fitur yang mungkin ada di jaringan sosial OpenAI?
A
Fitur yang mungkin ada termasuk kemampuan untuk membuat konten menggunakan AI dan memverifikasi identitas pengguna.
Q
Mengapa verifikasi biometrik menjadi perhatian dalam pengembangan jaringan sosial ini?
A
Verifikasi biometrik dapat mengakibatkan masalah privasi, karena data seperti pemindaian iris tidak dapat diubah.
Q
Apa tantangan yang dihadapi OpenAI jika mereka meluncurkan jaringan sosial?
A
Tantangan termasuk persaingan dengan platform besar seperti Meta, Instagram, dan TikTok.