Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Cloud-9: Bukti Pertama Awan Materi Gelap Tanpa Bintang di Alam Semesta

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
09 Jan 2026
192 dibaca
2 menit
Penemuan Cloud-9: Bukti Pertama Awan Materi Gelap Tanpa Bintang di Alam Semesta

Rangkuman 15 Detik

Penemuan Cloud-9 mengonfirmasi teori mengenai pembentukan galaksi dan materi gelap.
Cloud-9 adalah contoh langka dari halo gelap yang dapat mempertahankan gas hidrogen.
Penemuan ini menunjukkan bahwa banyak bagian alam semesta mungkin tidak terlihat dan terdiri dari materi gelap.
Para astronom baru-baru ini menemukan sebuah objek unik bernama Cloud-9, yang merupakan awan materi gelap kaya gas tanpa bintang. Objek ini terletak lebih dari 14 juta tahun cahaya dari Bumi, dekat galaksi spiral Messier 94. Cloud-9 ini terbentuk dari gas netral hidrogen yang tersisa sejak awal alam semesta dan menjadi bukti penting dalam memahami pembentukan galaksi. Penemuan ini mendukung teori utama dalam kosmologi, yaitu model Lambda cold dark matter (LCDM), yang memperkirakan adanya banyak halo materi gelap di alam semesta yang sebagian besar tidak cukup berat untuk membentuk galaksi. Cloud-9 ini memenuhi kriteria massa kritis yang membuatnya tetap terikat gravitasi dan mempertahankan gas, walaupun tidak membentuk bintang. Observasi menggunakan teleskop radio besar, seperti Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (FAST) dan Very Large Array, sudah dilakukan untuk mendeteksi emisi radio dari Cloud-9. Namun, hanya dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble dapat terdeteksi bahwa Cloud-9 adalah objek jenis RELHIC (Reionization-Limited H I Cloud), yang selama ini hanya ada dalam teori. Para peneliti menemukan bahwa Cloud-9 memiliki massa gas sekitar satu juta kali massa Matahari, sementara massa materi gelap yang mengikat awan ini sekitar lima miliar massa Matahari. Gasnya tetap panas dan terionisasi oleh radiasi ultraviolet kosmik, sehingga tidak tumbuh menjadi bintang. Objek ini juga terpengaruh oleh lingkungan sekitar, sehingga keberadaannya sangat langka. Penemuan Cloud-9 membuka pintu penelitian baru untuk menemukan lebih banyak objek serupa dan memperdalam pemahaman kita tentang struktur alam semesta. Meski awan seperti ini sulit dideteksi dan mudah hancur, mereka penting untuk membuktikan kebenaran teori kosmologi dan memahami bagaimana galaksi terbentuk dari materi gelap yang tersembunyi.

Analisis Ahli

Deep Anand
Cloud-9 merupakan konfirmasi nyata dari prediksi model LCDM yang selama ini hanya berbasis teori, menunjukkan bahwa halo materi gelap berdampingan dengan awan hidrogen dapat terdeteksi menggunakan observasi radio.
Andrew Fox
Penemuan ini membuka peluang menemukan lebih banyak objek serupa yang membantu kita memahami evolusi kosmos lebih lengkap, meskipun tantangannya besar karena objek tersebut sangat lemah dan tersembunyi.
Alejandro Benitez-Llambay
Keberadaan Cloud-9 menunjukan bahwa hanya minoritas halo materi gelap yang tetap starless dan kaya gas, sesuai dengan teori yang memperkirakan bahwa sejarah pembentukan dan isolasi halo sangat berperan penting.