Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gangguan TikTok Pasca Kepemilikan AS: Kreator dan Merek Mulai Migrasi

Bisnis
Marketing
Forbes Forbes
28 Jan 2026
255 dibaca
1 menit
Gangguan TikTok Pasca Kepemilikan AS: Kreator dan Merek Mulai Migrasi

Rangkuman 15 Detik

Perubahan kepemilikan TikTok telah menyebabkan gangguan signifikan bagi kreator dan merek.
Kreator disarankan untuk mendiversifikasi platform agar tidak bergantung pada satu saluran.
Kurangnya transparansi dan masalah teknis di TikTok dapat mengurangi kepercayaan kreator dan merek terhadap platform.
Pada 22 Januari 2026, TikTok secara resmi berubah menjadi mayoritas dimiliki oleh entitas Amerika, memisahkan diri dari ByteDance. Perubahan ini menyebabkan gangguan besar pada platform, mempengaruhi kreator dan merek yang telah lama mengandalkan TikTok. Algoritma TikTok yang sebelumnya kuat tiba-tiba berubah, membuat banyak akun mengalami penurunan jangkauan yang tajam. Beberapa konten bahkan melihat views kurang dari seribu, meskipun mendapat banyak likes, menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan kreator. Selain itu, data analitik seperti jumlah views dan performa konten tampak hilang atau tidak konsisten, seperti munculnya likes yang lebih banyak daripada views. Hal ini mengurangi kepercayaan pengguna terhadap keandalan platform TikTok. Sebagai respons, beberapa kreator mulai memindahkan fokus mereka ke platform alternatif seperti YouTube Shorts, Instagram, dan platform baru seperti UpScrolled yang dianggap lebih ramah kreator dan tidak terlalu ketat dalam pengawasan algoritma. Para ahli dan agen talent menyarankan agar merek dan kreator mengadopsi strategi multi-platform untuk menghindari risiko ketergantungan hanya pada satu platform yang sedang mengalami ketidakstabilan dan gangguan ini.

Analisis Ahli

Max Levy
Perubahan algoritma dan masalah metrik menimbulkan keraguan terhadap integritas platform, yang berpotensi menghambat hubungan kreator dengan merek dan mengurangi efektivitas kampanye sosial.
Samantha Yehle
Gangguan teknis dan penghapusan data analitik mengikis kepercayaan kreator, sehingga mereka harus segera mengadaptasi strategi multi-platform untuk bertahan.
Hannah Stabler
Transisi kepemilikan dan masalah stabilitas mendorong kreator dan merek untuk lebih fokus pada diversifikasi, mengurangi ketergantungan pada satu platform demi keberlangsungan bisnis.