TikTok AS Berubah Kepemilikan, Pengguna Khawatir Konten dan Privasi Terpengaruh
Teknologi
Keamanan Siber
24 Jan 2026
167 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perubahan kepemilikan TikTok di AS membawa dampak signifikan terhadap kebijakan privasi dan moderasi konten.
Algoritma TikTok akan disesuaikan untuk memastikan data pengguna di AS ditangani dengan lebih aman.
Reaksi pengguna menunjukkan kekhawatiran terhadap pengaruh politik baru terhadap konten yang muncul di platform.
TikTok kini berada di bawah kepemilikan baru di Amerika Serikat setelah ByteDance dan kelompok investor menutup kesepakatan senilai 14 miliar dolar untuk memisahkan operasi TikTok di AS. Investasi ini melibatkan Silver Lake, MGX, dan Oracle yang masing-masing mengambil 15% saham, sementara ByteDance tetap memiliki 19,9% kepemilikan sesuai aturan divestasi yang berlaku. Perubahan ini juga membawa daftar eksekutif baru yang bertugas mengelola TikTok US secara mandiri.
CEO baru TikTok AS adalah Adam Presser, yang sebelumnya memimpin operasi global dan keamanan aplikasi. Will Farrell ditugaskan sebagai petugas keamanan, sedangkan CEO global Shou Zi Chew tetap memimpin bagian internasional TikTok dan menjadi anggota dewan TikTok US. Struktur organisasi ini memungkinkan TikTok AS tetap terhubung dengan TikTok global, namun memiliki kendali algoritma dan kebijakan yang lebih mandiri untuk melindungi data dan mengurangi kekhawatiran politik.
Salah satu perubahan terdalam adalah pada algoritma yang akan dilatih ulang menggunakan data dari pengguna AS sehingga konten yang muncul pada ‘For You Feed’ bisa berbeda dengan versi internasional. Kebijakan privasi baru juga menambahkan pengumpulan data lokasi presisi dan interaksi dengan layanan AI, meskipun ada kekhawatiran pengguna tentang implikasi privasi dan kemungkinan sensor atas konten sensitif seperti isu Palestina.
Dengan Oracle memegang peran penting dalam keamanan data dan kebijakan moderasi, ketakutan tentang potensi sensor dan kontrol politik meningkat, mengingat hubungan pendiri Oracle Larry Ellison dengan tokoh politik konservatif dan dukungan untuk kebijakan yang kontroversial. Beberapa pengguna menyambut perubahan ini dengan kekhawatiran, bahkan ada yang menghapus aplikasi sebagai bentuk protes serta mengkampanyekan pemblokiran akun Oracle dan penonaktifan pelacakan lokasi.
Para ahli dan pembuat kebijakan mulai memperhatikan dan mempertanyakan transparansi serta dampak dari kepemilikan baru ini. Senator Ed Markey menyatakan bahwa kesepakatan ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan dan mendesak penyelidikan kongres untuk memastikan keamanan nasional dan kebebasan pengguna TikTok terjaga. Masa depan TikTok di Amerika diprediksi akan penuh tantangan seiring dampak perubahan kepemilikan ini terhadap kebijakan, konten, dan pengalaman pengguna.
Analisis Ahli
Kate Ruane
Memberikan peringatan tentang risiko pengaruh investor baru terhadap kebebasan berbicara di TikTok dan mengingatkan pentingnya transparansi kehendak pengelola baru dalam mengatur konten.