TLDR
Penyebaran AI dalam ekonomi akan menjadi penentu utama dalam persaingan teknologi antara AS dan China. Kebijakan yang diambil oleh pemerintahan AS saat ini bisa jadi tidak efektif dalam menghadapi tantangan dari China. Pengembangan sumber daya manusia sangat penting untuk keberhasilan dalam perlombaan AI. Dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) antara Amerika Serikat dan China, banyak yang berpikir bahwa pemenangnya akan ditentukan oleh siapa yang berhasil menciptakan inovasi AI tercanggih terlebih dahulu. Namun, Jeffrey Ding, seorang profesor dan pakar AI, menjelaskan bahwa perlombaan sebenarnya adalah 'maraton difusi', yaitu seberapa luas dan dalam teknologi AI bisa diintegrasikan ke dalam berbagai sektor ekonomi sepanjang waktu.Ding menyebut bahwa pemerintah AS saat ini justru terlalu fokus pada inovasi cepat seperti pengembangan kecerdasan buatan umum (AGI), yang menurutnya bukan strategi terbaik untuk memenangkan persaingan jangka panjang. Sebaliknya, negara yang mampu menyebarkan penggunaan AI secara menyeluruh di seluruh perekonomian akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih besar.Selain itu, kebijakan yang diterapkan dalam pemerintahan sebelumnya, seperti di era Trump, dinilai oleh Ding sebagai kurang efektif dan bahkan kontraproduktif dalam perkembangan teknologi AI di AS. Hal ini mengakibatkan AS kehilangan momentum dalam memperluas aplikasi AI di sektor ekonomi dibandingkan China.Ding juga menegaskan bahwa faktor utama untuk memenangkan perlombaan ini bukan hanya inovasi teknologi, tapi sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, mengembangkan, dan menyebarkan teknologi AI secara luas. Penguatan kapasitas manusia adalah kunci agar teknologi AI benar-benar memberikan dampak besar dan berkelanjutan pada ekonomi.Kesimpulannya, masa depan kompetisi teknologi global akan ditentukan oleh kemampuan negara-negara dalam mendifusikan teknologi AI ke dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi dan masyarakat. AS dan China perlu menyesuaikan strategi dan kebijakan mereka agar fokus pada pembangunan ekosistem AI yang kuat dan inklusif, bukan hanya sekadar mengejar inovasi kelas dunia.