Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Manusia Hampir Punah 900 Ribu Tahun Lalu: Bukti Genetik Terbaru Dan Kontroversinya

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
26 Jan 2026
1027 dibaca
2 menit
Manusia Hampir Punah 900 Ribu Tahun Lalu: Bukti Genetik Terbaru Dan Kontroversinya

TLDR

Manusia pernah mengalami penurunan populasi yang ekstrem, yang berpotensi mengancam keberadaan spesies ini.
Bottleneck populasi dapat mempengaruhi jalur evolusi dan spesiasi manusia di masa depan.
Perubahan iklim memiliki dampak besar terhadap ekosistem dan kelangsungan hidup manusia purba.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2023, para ilmuwan menggunakan analisis genetika modern untuk mengungkap kemungkinan bahwa populasi manusia mengalami bottleneck yang sangat ekstrim sekitar 900.000 tahun yang lalu. Bottleneck ini berarti hanya sekitar 1.280 individu yang berhasil bertahan dan berkembang biak dalam durasi lebih dari 100.000 tahun. Ini adalah penurunan besar yang menandai masa sulit bagi leluhur manusia kita di tengah perubahan iklim besar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini disebut FitCoal, di mana ribuan genom manusia dari berbagai populasi dianalisis secara mendalam untuk merekonstruksi ukuran populasi pada masa lampau. Studi ini menemukan bahwa selama periode tersebut, kondisi bumi mengalami perubahan iklim yang drastis, khususnya saat masa Pleistosen Awal-Middle yang menyebabkan habitat manusia purba terfragmentasi dan sumber makanan menjadi langka, yang mungkin menjadi penyebab utama bottleneck ini.Meski begitu, hasil penelitian ini juga memicu kontroversi di kalangan ilmuwan. Sebagian ahli berpendapat bahwa pola penurunan populasi yang terdeteksi mungkin hanya efek samping dari model statistik dan tidak benar-benar menggambarkan kenyataan biologis, terutama karena adanya populasi manusia purba yang terfragmentasi dan kemungkinan adanya interaksi genetik dengan hominin lain yang belum sepenuhnya dipahami.Selain dampak pada ukuran populasi, bottleneck diperkirakan berkaitan dengan perubahan besar dalam evolusi manusia, termasuk berkurangnya keragaman genetik dan adanya perubahan kromosom yang membuat manusia modern berbeda dari kera besar lainnya. Hal ini memberikan kemungkinan bahwa peristiwa tersebut adalah titik kritis yang membentuk evolusi manusia selanjutnya, termasuk kemunculan spesies manusia yang lebih dikenal.Kesimpulannya, walaupun belum bisa dipastikan dengan pasti apakah manusia benar-benar hampir punah dalam peristiwa ini, penelitian ini membuka pemahaman baru mengenai kerentanan populasi manusia purba dan pentingnya menggunakan teknik genomik yang lebih maju untuk menguak sejarah panjang evolusi manusia yang penuh ketidakpastian dan kejutan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.