Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Seberapa Lama Manusia Akan Bertahan? Pelajaran Dari Teori Carter Catastrophe

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
23 Okt 2025
1138 dibaca
2 menit
Seberapa Lama Manusia Akan Bertahan? Pelajaran Dari Teori Carter Catastrophe

TLDR

Kita mungkin tidak memiliki waktu yang selama yang kita kira untuk umat manusia.
Asumsi mengenai posisi kita dalam sejarah perlu diperiksa dengan cermat.
Konsep ini mendorong refleksi tentang keberlangsungan dan makna keberadaan kita.
Konsep Carter catastrophe mengajukan ide bahwa kita mungkin adalah pengamat acak di sepanjang sejarah umat manusia. Dengan asumsi kita tidak berada di awal atau akhir hidup manusia, kita dapat menggunakan informasi seberapa lama manusia telah ada untuk memperkirakan berapa lama lagi kita mungkin akan bertahan.Astrofisikawan J. Richard Gott menguji konsep ini dengan contoh nyata yaitu Tembok Berlin. Ketika ia mengunjungi Tembok Berlin yang sudah berdiri selama delapan tahun, ia berasumsi kunjungannya adalah titik waktu acak dan memperkirakan masa hidupnya yang tersisa. Tembok Berlin runtuh dua puluh tahun setelah kunjungannya, sesuai dengan prediksi probabilistik yang dihasilkan.Terapkan pada umat manusia, dengan asumsi kelahiran dan populasi tetap, metode ini menyarankan bahwa jumlah manusia yang akan lahir di masa depan mungkin jauh lebih sedikit dari yang diharapkan dan waktu bertahan manusia hanya beberapa puluh ribu tahun, bukan jutaan atau miliaran tahun.Namun, ada banyak alasan untuk berhati-hati dalam menggunakan teori ini sebagai ramalan pasti. Misalnya, asumsi tentang pengamat acak, perubahan besar pada teknologi, kelahiran, kematian, atau bahkan evolusi manusia dan kecerdasan buatan bisa merubah banyak hal dalam jangka waktu panjang.Meskipun bukan ramalan akhir umat manusia, ide ini penting sebagai alat pikir yang mengajak kita lebih reflektif. Kita didorong untuk mempertanyakan optimisme berlebihan tentang umur panjang spesies kita dan untuk memikirkan bagaimana kita menjaga masa depan umat manusia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.