Greenland Perkuat Riset Ilmiah di Tengah Ketegangan Global dan Ancaman Perubahan Iklim
Courtesy of NatureMagazine

Greenland Perkuat Riset Ilmiah di Tengah Ketegangan Global dan Ancaman Perubahan Iklim

Artikel ini bertujuan menjelaskan pentingnya riset ilmiah di Greenland yang semakin maju dan strategis, serta bagaimana pemerintah Greenland mengembangkan infrastruktur dan kolaborasi internasional di tengah ketegangan geopolitik terkait akses ke wilayah tersebut.

23 Jan 2026, 07.00 WIB
39 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Greenland sedang berkembang sebagai pusat penelitian ilmiah, terutama dalam bidang perubahan iklim.
  • Kapal penelitian Tarojoq merupakan investasi penting untuk mendukung penelitian di Greenland.
  • Kolaborasi internasional dan penggunaan teknologi modern diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang ekosistem dan sumber daya alam Greenland.
Nuuk, Greenland - Greenland, sebuah wilayah otonom Denmark di Kutub Utara, tengah menjadi pusat perhatian dunia bukan hanya karena ketegangan politik global, tetapi juga karena kemajuan besar dalam penelitian ilmiahnya. Pemerintah Greenland menegaskan komitmennya pada riset yang berfokus pada perubahan iklim, geologi, dan genetika unik populasi Inuit yang tinggal di sana selama ribuan tahun.
Investasi besar seperti kapal riset Tarojoq yang berbiaya 235 juta kroner Denmark atau setara dengan Rp 617.90 miliar (US$37 juta) , mulai beroperasi pada 2022 membantu memudahkan para ilmuwan menjelajah wilayah pesisir dan mempelajari lebih dalam tentang ekosistem serta lelehan es yang berdampak signifikan terhadap kenaikan permukaan laut.
Penelitian di Greenland menunjukkan bahwa es di sana bertanggung jawab atas sekitar 20% kenaikan permukaan laut global dengan laju 0,8 milimeter per tahun. Selain fokus pada iklim, Greenland juga menjanjikan potensi besar dalam penelitian mineral seperti lithium dan studi genetik populasi Inuit yang terbentuk secara unik akibat isolasi geografis.
Infrastruktur riset juga diperkuat dengan pemasangan sumber daya komputasi berbasis kecerdasan buatan yang mempercepat proses analisis data laut, seperti pengidentifikasian dan pemodelan spesies laut. Ini memungkinkan peneliti memprediksi lokasi sumber daya laut dengan lebih cepat dan akurat.
Meski ketegangan politik terkait keinginan AS mengakses Greenland masih berlangsung, arah penelitian dan pengembangan riset di Greenland tetap kuat. Rencana strategis hingga 2030 fokus pada riset yang bermanfaat bagi masyarakat Greenland, terbuka untuk kolaborasi internasional, serta menyediakan data yang dapat diakses secara luas.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00067-0

Analisis Ahli

Fiamma Straneo
"Kapal Tarojoq sangat mendukung penelitian kami untuk memahami interaksi air lelehan glasial dengan ekosistem fiord. Ini membantu memajukan pemahaman kita terhadap perubahan lingkungan di Greenland dengan pendekatan lapangan yang dekat dan tepat sasaran."
Diana Krawczyk
"Sumber daya komputasi baru berbasis AI mempercepat proses identifikasi dan klasifikasi spesies laut secara signifikan, membuka peluang penelitian maritim yang sebelumnya memakan waktu lama dan memperluas pemahaman terhadap ekosistem laut di Arctic."

Analisis Kami

"Investasi besar dalam kapal riset dan kecerdasan buatan mencerminkan tekad Greenland untuk menguasai data ilmiah strategis terkait perubahan iklim dan sumber daya mineral yang sangat berharga. Namun, ketidakpastian politik di sekitar Greenland berpotensi menghambat kolaborasi riset internasional yang penting demi kemajuan ilmu pengetahuan dan keberlanjutan ekologis."

Prediksi Kami

Kerjasama internasional di bidang riset Greenland kemungkinan akan meningkat, tetapi ketegangan geopolitik yang berkelanjutan dapat mempengaruhi akses dan pendanaan penelitian di wilayah ini.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tema dari Greenland Science Week yang berlangsung di Nuuk?
A
Tema dari Greenland Science Week adalah 'All Eyes on Greenland'.
Q
Apa tujuan dari kapal penelitian Tarojoq?
A
Tujuan dari kapal penelitian Tarojoq adalah untuk melakukan penelitian tentang interaksi antara air lelehan gletser dan ekosistem laut.
Q
Mengapa Greenland menjadi pusat penelitian perubahan iklim?
A
Greenland menjadi pusat penelitian perubahan iklim karena penelitian terdahulu yang menunjukkan dampak besar dari pencairan lapisan es terhadap kenaikan permukaan laut.
Q
Siapa Fiamma Straneo dan apa yang ia lakukan di Greenland?
A
Fiamma Straneo adalah seorang ilmuwan polar yang memimpin tim penelitian di Greenland untuk mempelajari interaksi air lelehan gletser dengan ekosistem laut.
Q
Apa yang diharapkan dari strategi penelitian baru Greenland hingga tahun 2030?
A
Strategi penelitian baru Greenland diharapkan untuk mendukung penelitian yang berakar di Greenland, merespons kebutuhan sosial, dan terbuka untuk kolaborasi internasional.