TLDR
Ketidakadaan data bukanlah bukti bahwa suatu spesies telah punah. Spesies kecil seperti silver-backed chevrotain memerlukan pemantauan jangka panjang untuk melindungi mereka. Penemuan kembali chevrotain menunjukkan pentingnya survei biodiversitas dalam konservasi. Silver-backed chevrotain, mamalia kecil seperti rusa yang hidup di hutan Vietnam Selatan, pertama kali ditemukan pada tahun 1910 dari hanya empat ekor yang masih hidup. Namun sejak itu, hampir tidak ada orang yang melihat hewan ini secara langsung, dan tak ada foto atau bukti kuat yang muncul selama beberapa dekade berikutnya.Karena kekurangan bukti fisik dan tidak adanya survei khusus setelah tahun 1993, banyak orang menganggap spesies ini sudah punah. Padahal habitat aslinya sudah sangat tergerus oleh deforestasi dan perburuan liar, sehingga sulit bagi spesies ini untuk bertahan hidup tanpa tertangkap atau terdeteksi.Pada tahun 2019, para peneliti yang menggunakan alat jebakan kamera untuk survei hewan liar secara tak sengaja memperoleh ratusan gambar silver-backed chevrotain. Spesies ini ternyata masih ada di beberapa lokasi di Vietnam Selatan dan muncul secara teratur selama bulan-bulan pengamatan.Chevrotain dikenal sebagai hewan nokturnal, soliter, dan sangat pemalu yang cenderung membeku saat merasa terancam sehingga membuatnya sulit dideteksi. Hal ini menjelaskan mengapa hewan ini luput dari perhatian selama puluhan tahun meskipun masih bertahan hidup di habitatnya.Penemuan kembali ini mengingatkan kita bahwa tidak semua spesies yang tampaknya hilang benar-benar punah dan bahwa metode konvensional dalam penilaian konservasi perlu dilengkapi dengan teknologi baru untuk mengetahui kondisi sebenarnya di alam.