Penemuan Kembali Echidna Berparuh Panjang Attenborough yang Hampir Punah
Sains
Iklim dan Lingkungan
13 Jun 2025
244 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Echidna bermulut panjang Attenborough yang dianggap punah ditemukan kembali di Indonesia.
Penggunaan kearifan lokal dan teknologi modern dalam penelitian meningkatkan peluang penemuan spesies yang hilang.
Konservasi habitat spesies unik ini sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati.
Spesies echidna berparuh panjang Attenborough yang telah dianggap punah selama lebih dari 60 tahun berhasil ditemukan kembali di hutan hujan Indonesia. Spesies ini adalah mamalia purba yang bertelur dan dikenal dengan ciri khas bulu berduri dan paruh panjang.
Penemuan ini terjadi melalui ekspedisi Oxford University di pegunungan Cyclops, di mana kamera jebak dipasang untuk menangkap jejak hewan ini. Selain teknologi modern, pengetahuan masyarakat adat juga sangat membantu dalam pencarian ini.
Selama survei, para peneliti berhasil mendapatkan puluhan foto echidna yang menjadi bukti kuat bahwa spesies ini masih hidup dan bertahan di alam liar. Penemuan ini juga menegaskan bahwa Cyclops Mountains adalah tempat terakhir yang diketahui menjadi habitat echidna ini.
Echidna berparuh panjang Attenborough adalah salah satu dari lima spesies mamalia bertelur yang masih hidup, kelompok yang sangat kuno yang telah ada sejak zaman dinosaurus. Oleh karena itu, pelestarian spesies ini sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan sejarah evolusi mamalia.
Penemuan ini memberikan harapan bahwa spesies yang sebelumnya dianggap punah masih dapat ditemukan kembali, terutama di daerah-daerah yang kurang diteliti secara ilmiah. Studi ini juga menjadi pengingat pentingnya konservasi habitat asli mereka demi kelangsungan hidup spesies yang unik ini.



