AI summary
Dewan penasihat NIH menghadapi risiko kehilangan semua anggota, yang dapat membekukan pendanaan hibah. Tindakan pemerintahan Trump memiliki dampak signifikan terhadap proses pendanaan penelitian di NIH. Pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam proses penunjukan anggota dewan penasihat untuk keberlanjutan penelitian kesehatan. Banyak dewan penasehat di National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat menghadapi masalah serius karena anggotanya semakin berkurang tanpa adanya pengganti baru. Ini terjadi di lebih dari setengah dari 21 institusi NIH dan 3 dari 6 pusatnya, yang menyebabkan risiko kekosongan total dalam waktu dekat.Dewan penasehat ini sangat penting karena mereka harus mereview dan menyetujui aplikasi dana hibah untuk penelitian sebelum dana dapat diberikan. Tanpa anggota voting yang aktif, institusi tidak dapat mengeluarkan dana hibah, yang artinya grant penelitian bisa berhenti sementara.Penurunan anggota dewan ini diperburuk oleh tindakan pemerintahan Trump yang memecat banyak calon anggota baru dan menunda proses pengangkatan. Hal ini juga berdampak pada laporan dari pengawas federal yang menyatakan NIH menahan dana secara ilegal pada tahun 2025 karena tidak mengumumkan sesi review hibah.Meskipun NIH dan Kementerian Kesehatan berupaya untuk mengangkat anggota baru dan memperpanjang masa jabatan anggota lama, belum ada perubahan signifikan yang tercatat sejak September 2023. Proses pengangkatan anggota baru juga memakan waktu sampai beberapa tahun untuk bisa efektif.Para staf NIH dan mantan pejabat seperti Jennifer Troyer sangat khawatir karena jika masalah ini tidak diselesaikan, banyak aplikasi hibah yang sudah diajukan tidak dapat direview dan didanai, yang akan menghambat kemajuan riset ilmiah dan kesehatan di AS dalam waktu dekat.
Kekosongan anggota dewan penasehat NIH adalah konsekuensi serius dari intervensi politik yang merusak integritas proses ilmiah. Tanpa pengelolaan dan reformasi yang mendalam, kerusakan ini dapat menghambat ekosistem penelitian AS selama bertahun-tahun.