Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CEO DeepMind Terkejut OpenAI Cepat Pasang Iklan Di Chatbot AI Mereka

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
23 Jan 2026
1350 dibaca
2 menit
CEO DeepMind Terkejut OpenAI Cepat Pasang Iklan Di Chatbot AI Mereka

TLDR

Iklan dalam chatbot dapat mempengaruhi kepercayaan pengguna.
Monetisasi layanan AI perlu dipikirkan dengan hati-hati agar tidak mengganggu pengalaman pengguna.
DeepMind tidak memiliki rencana untuk mengintegrasikan iklan dalam chatbot mereka saat ini.
OpenAI mulai menguji pemasangan iklan dalam layanan chatbot AI mereka untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari pengguna yang tidak membayar berlangganan. Langkah ini menarik perhatian banyak pihak di industri teknologi karena terkait dengan bagaimana iklan dapat memengaruhi pengalaman pengguna dan kepercayaan terhadap asisten AI.Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, menyatakan bahwa dia merasa cukup terkejut dengan keputusan OpenAI yang dianggap terburu-buru dalam memperkenalkan iklan pada chatbot AI mereka. Menurutnya, meskipun iklan merupakan bagian penting dari internet, penempatan iklan dalam konteks asisten AI harus dipikirkan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak kepercayaan pengguna.Hassabis menegaskan bahwa Google saat ini tidak memiliki rencana memasukkan iklan ke dalam chatbot mereka. Google memilih untuk memantau bagaimana pengguna bereaksi terhadap iklan di AI chatbot OpenAI terlebih dahulu. Ia mencontohkan bahwa pengalaman menggunakan chatbot berbeda dengan menggunakan Google Search yang sudah lama mengandalkan iklan secara efektif.Sebelumnya, OpenAI juga mendapat respons negatif dari pengguna ketika mencoba fitur rekomendasi aplikasi yang dianggap seperti iklan yang mengganggu kualitas percakapan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengguna ingin asisten AI yang membantu tanpa harus merasa seperti didorong untuk membeli produk atau layanan, mirip dengan pengalaman negatif yang pernah dialami Amazon dengan Alexa sebelumnya.Google DeepMind saat ini lebih fokus pada pengembangan fitur personalisasi AI yang memanfaatkan data pengguna seperti Gmail dan Photos untuk memberikan jawaban yang relevan, tanpa mengorbankan kepercayaan pengguna. Hassabis yakin bahwa pendekatan ilmiah dan hati-hati lebih penting untuk memastikan asisten AI dapat tetap bermanfaat dan dipercaya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.