Menjaga Semangat dan Stabilitas Karir di Sektor Energi Terbarukan yang Makin Matang
Courtesy of Forbes

Menjaga Semangat dan Stabilitas Karir di Sektor Energi Terbarukan yang Makin Matang

Menjelaskan bagaimana perkembangan tenaga kerja di sektor energi terbarukan memasuki fase yang lebih kompleks dan menuntut transparansi, stabilitas, serta jalur pengembangan karir yang jelas untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di tengah lingkungan pasar yang menantang.

22 Jan 2026, 21.30 WIB
18 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tenaga kerja di sektor energi terbarukan mengalami fase 'recalibration' yang dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan.
  • Transparansi dalam kompensasi dan jalur karir menjadi semakin penting bagi para profesional di industri ini.
  • Pengembangan profesional dan retensi pekerja menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan dan kemajuan dalam transisi energi.
Amerika Serikat - Energi bersih di Amerika Serikat sedang berkembang pesat, namun tenaga kerja yang mendukung transisi ini kini menghadapi fase yang lebih sulit dan penuh tantangan. Banyak pekerja tetap optimistis, tapi juga mulai mempertanyakan soal mobilitas kerja, upah, dan jalur karir, terutama di tengah kebijakan yang belum pasti dan proses proyek yang lambat.
Laporan Salary & Sentiments 2025 dari root/edge dan WRISE mengungkapkan bahwa walau 67 persen profesional merasa optimistis terhadap karir jangka panjang mereka, terdapat ketegangan yang meningkat karena ketidakpastian pasar dan proses izin yang melambat. Selain itu, 39 persen responden pernah mempertimbangkan keluar dari industri dalam setahun terakhir.
Gaji rata-rata tetap stabil tetapi pertumbuhan gaji melambat, membuat pekerja lebih memilih faktor non-finansial seperti kemungkinan pengembangan karir, kejelasan peran, dan kredibilitas perusahaan saat berpindah pekerjaan. Situasi ini menandakan perubahan pada sektor yang mulai matang dan tidak lagi mengandalkan ekspansi cepat.
Terdapat kesenjangan dalam perencanaan pengembangan karir antara pria dan wanita, dengan wanita lebih sedikit yang memiliki rencana formal. Hal ini berisiko memperlambat kemajuan kesetaraan gender dan retensi pekerja di level senior maupun teknis, padahal keberlanjutan proyek membutuhkan orang-orang berpengalaman yang solid.
Profesional kini menuntut transparansi lebih besar terkait pembayaran, kriteria promosi, dan peluang jangka panjang, sementara perusahaan memerlukan data yang dapat diandalkan untuk perencanaan tenaga kerja di tengah siklus investasi yang lebih hati-hati. Keseimbangan antara investasi modal dan pengelolaan SDM semakin menjadi kunci keberhasilan sektor ini.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/monicasanders/2026/01/22/as-clean-energy-jobs-grow-workers-want-stability-and-transparency/

Analisis Ahli

IRENA (International Renewable Energy Agency)
"Penurunan partisipasi wanita dan kurangnya jalur pengembangan karir formal dapat menghambat pertumbuhan tenaga kerja yang beragam dan berkelanjutan di sektor energi terbarukan."
U.S. Department of Energy
"Permintaan tenaga kerja yang terus meningkat di bidang modernisasi jaringan dan transmisi harus diimbangi dengan pelatihan dan perencanaan SDM yang matang untuk menghindari hambatan proyek."

Analisis Kami

"Sektor energi terbarukan kini menghadapi dilema risiko kehilangan talenta berpengalaman akibat ketidakjelasan jalur karir dan ketidakpastian pasar. Transparansi dan pengembangan karir harus menjadi prioritas strategis perusahaan agar tidak hanya mengandalkan gaji dalam mempertahankan pekerja yang berdedikasi."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, sektor energi terbarukan akan semakin menuntut investasi dalam pengembangan profesional dan transparansi organisasi agar mampu mempertahankan tenaga kerja serta mengatasi tantangan perizinan dan kebijakan yang tidak pasti.