Perusahaan Besar Tambah Investasi Energi Terbarukan Meski Kepercayaan Turun
Courtesy of Forbes

Perusahaan Besar Tambah Investasi Energi Terbarukan Meski Kepercayaan Turun

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tren investasi energi terbarukan di korporasi besar serta menunjukkan adanya ketidakpastian dalam pencapaian tujuan keberlanjutan mereka, yang penting untuk dipahami oleh pembaca agar dapat menyikapi dinamika pasar energi hijau secara realistis.

14 Nov 2025, 03.41 WIB
27 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Adopsi energi terbarukan meningkat meskipun kepercayaan menurun di kalangan eksekutif.
  • Sektor pertanian dan energi menunjukkan rencana besar untuk penggunaan energi terbarukan tetapi menghadapi tantangan dalam keberhasilan.
  • Solar tetap menjadi pilihan utama untuk dekarbonisasi korporat meskipun ada penurunan dalam optimisme terhadap sumber energi terbarukan lainnya.
Amerika Serikat - Perusahaan di seluruh dunia semakin fokus pada penggunaan energi terbarukan dalam upaya mereka mengurangi jejak karbon dan memenuhi target keberlanjutan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa energi terbarukan sekarang menjadi prioritas kedua terbesar setelah teknologi AI dalam strategi bisnis banyak perusahaan.
Survei yang dilakukan pada lebih dari 1.100 eksekutif global mengungkapkan bahwa hampir 60% berencana memperluas penggunaan energi bersih dalam satu tahun mendatang, menunjukkan peningkatan ketertarikan yang signifikan dari tahun sebelumnya.
Namun, kepercayaan terhadap keberhasilan inisiatif energi terbarukan menurun dengan hanya 41% eksekutif yang menilai proyek mereka berhasil, turun dari 61% tahun sebelumnya, menunjukkan adanya keraguan terhadap dampak nyata dari investasi ini.
Sektor pertanian dan sumber daya mendominasi dalam rencana adopsi energi terbarukan, tetapi mereka juga mengalami tingkat keberhasilan paling rendah. Sebaliknya, sektor keuangan dan ritel, yang lebih lambat mengadopsi energi hijau, justru merasakan hasil yang lebih positif dari program mereka.
Energi surya tetap menjadi pilihan paling populer untuk transisi energi, walaupun optimisme tentang pengaruh globalnya mulai menurun akibat masalah seperti kendala rantai pasokan dan fluktuasi harga perjanjian energi. Meskipun demikian, upaya menuju energi bersih tetap berlanjut dengan penuh semangat di kalangan perusahaan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/forbes-research/2025/11/13/companies-are-betting-on-renewable-energy-when-will-it-pay-off/

Analisis Ahli

Amory Lovins
"Energi terbarukan adalah masa depan yang tak terelakkan, tapi transformasi perlu didukung oleh inovasi teknologi dan kebijakan yang terintegrasi agar dapat mencapai hasil yang signifikan."
Fatih Birol
"Kendala infrastruktur dan biaya adalah hambatan utama saat ini; solusi global membutuhkan kerja sama internasional untuk mempercepat adaptasi energi bersih."

Analisis Kami

"Meskipun banyak perusahaan menunjukkan komitmen tinggi terhadap energi terbarukan, kurangnya kepercayaan menunjukkan bahwa masih banyak masalah struktural yang perlu diselesaikan, seperti rantai pasokan dan infrastruktur. Hal ini mengindikasikan perlunya kolaborasi lebih erat antara sektor swasta dan pemerintah untuk mempercepat transisi energi yang efektif dan berkelanjutan."

Prediksi Kami

Diperkirakan perusahaan akan terus meningkatkan investasi dalam energi terbarukan, namun tanpa perbaikan signifikan dalam infrastruktur dan kebijakan, tingkat keberhasilan serta dampak positif yang diharapkan akan tetap rendah atau stagnan dalam beberapa tahun ke depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi prioritas utama perusahaan dalam survei 2025 Forbes Research?
A
Prioritas utama perusahaan adalah penggunaan energi terbarukan, yang menjadi prioritas kedua setelah langkah efisiensi berbasis AI.
Q
Berapa persentase eksekutif yang berencana untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan?
A
Sekitar 60% eksekutif berencana untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam 12 bulan ke depan.
Q
Mengapa kepercayaan terhadap inisiatif energi terbarukan menurun?
A
Kepercayaan terhadap inisiatif energi terbarukan menurun karena hanya 41% eksekutif yang menggambarkan inisiatif mereka sebagai sukses, turun dari 61%.
Q
Sektor mana yang memimpin dalam adopsi energi terbarukan?
A
Sektor pertanian memimpin dalam adopsi energi terbarukan, dengan 72% eksekutif merencanakan inisiatif tersebut.
Q
Apa tantangan utama yang dihadapi perusahaan dalam mengadopsi energi terbarukan?
A
Tantangan utama termasuk kendala rantai pasokan, hambatan transmisi, dan fluktuasi harga perjanjian pembelian energi.