Calon Konglomerat Teknologi Lebih Pilih Fokus Kerja Daripada Hidup Sosial
Courtesy of CNBCIndonesia

Calon Konglomerat Teknologi Lebih Pilih Fokus Kerja Daripada Hidup Sosial

Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan perubahan tren gaya hidup para calon pengusaha teknologi muda yang mengorbankan kesenangan sosial demi fokus membangun startup, menggambarkan bagaimana budaya kerja keras dan disiplin memengaruhi hidup mereka.

22 Jan 2026, 07.20 WIB
95 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pendiri startup lebih fokus pada pekerjaan daripada hubungan sosial.
  • Banyak pendiri yang menghindari aplikasi kencan karena dianggap mengganggu.
  • Hubungan yang baik dengan pasangan dapat mendukung proses pembangunan startup.
San Francisco, Amerika Serikat - Para calon pengusaha teknologi di Amerika Serikat mulai menunjukkan gaya hidup yang berbeda dari stereotip orang kaya muda yang suka bersenang-senang. Mereka memilih kesunyian dan rutinitas yang kaku demi mengejar target kerja. Mahir Laul, pendiri startup Velric, menyebut fokusnya hanya pada gym dan pekerjaan karena waktu untuk percintaan sangat terbatas.
Gaya hidup seperti ini juga isi beberapa pendiri startup lain yang merasa kehidupan sosial dan asmara mereka terganggu oleh tekanan membangun perusahaan. Annie Liao dari Build Club mengungkapkan bahwa malam-malam untuk bersenang-senang bisa dialihkan untuk membangun startup, sehingga teman serumahnya juga menghindari aplikasi kencan.
Tapi tidak semua berjalan sendiri. Pendiri seperti Yang Fan Yun yang sudah punya pasangan sebelum membangun startup merasakan keuntungan dukungan dari pasangan dalam pekerjaan. Pasangannya membantu dalam proses seperti uji produk sehingga hubungan menjadi sumber kekuatan.
Fenomena ini juga disertai dengan tren gaya hidup baru yang lebih sehat dan disiplin, tanpa alcohol, fokus olahraga, dan kontrol pola makan ketat. Ini disebut sebagai bentuk 'kemurnian' yang terkait erat dengan ambisi besar yang mereka kejar dalam membangun perusahaan.
Secara keseluruhan, generasi muda calon taipan teknologi cenderung meninggalkan kemewahan tradisional demi fokus maksimal pada pekerjaan dan kesuksesan. Pergeseran ini mengubah definisi sukses dan gaya hidup di kalangan pengusaha masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260122064120-37-704214/tren-baru-bos-gen-z-pilih-puasa-seks-supaya-sukses

Analisis Ahli

Adam Grant
"Dalam konteks kerja keras di startup, menjaga keseimbangan kehidupan sangat penting agar inovasi dan produktivitas bisa tetap optimal dalam jangka panjang."

Analisis Kami

"Fenomena ini menunjukkan bahwa ambisi dan tekanan membangun perusahaan teknologi tidak hanya membentuk bisnis tetapi juga pola hidup dan kesehatan mental para pendirinya. Jika tidak diimbangi dengan manajemen stres yang baik, gaya hidup intens ini bisa menimbulkan risiko kelelahan dan isolasi sosial yang berdampak negatif jangka panjang."

Prediksi Kami

Tren gaya hidup fokus dan disiplin ini kemungkinan akan semakin umum di kalangan startup teknologi muda, sehingga budaya kerja keras dan pengorbanan sosial menjadi norma baru dalam dunia startup.