Fisika Kuantum Buktikan Superposisi Bisa Terjadi pada Objek Lebih Besar
Courtesy of NatureMagazine

Fisika Kuantum Buktikan Superposisi Bisa Terjadi pada Objek Lebih Besar

Menunjukkan bahwa objek yang lebih besar, seperti klaster atom yang masif, masih dapat berada dalam keadaan superposisi kuantum. Ini membantu menjawab apakah ada batas ukuran di mana objek berhenti menunjukkan perilaku kuantum dan beralih menjadi dunia klasik, yang penting untuk pengembangan teknologi kuantum seperti komputer kuantum.

21 Jan 2026, 07.00 WIB
122 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Eksperimen terbaru menunjukkan bahwa mekanika kuantum berlaku untuk kluster yang lebih besar dari atom.
  • Superposisi dapat membantu dalam pengembangan komputer kuantum yang lebih efisien.
  • Pertanyaan filosofis tentang transisi antara dunia kuantum dan klasik masih terus dibahas dalam fisika.
Vienna, Austria - Para ilmuwan di University of Vienna telah berhasil menciptakan keadaan superposisi pada kluster atom sodium yang jauh lebih besar daripada yang pernah dicoba sebelumnya. Superposisi adalah keadaan di mana sebuah objek berada di banyak lokasi secara bersamaan, yang biasanya hanya terlihat pada partikel subatomik kecil.
Eksperimen ini menempatkan kluster berukuran sekitar 8 nanometer dan berisi 7.000 atom dalam keadaan superposisi dengan jarak kedua posisi berbeda sebesar 133 nanometer. Mereka menggunakan perangkat interferometer laser untuk mengamati gelombang yang terbentuk dari kluster tersebut, menghasilkan pola interferensi yang unik.
Penemuan ini penting karena melampaui batasan teoritis tentang ukuran sebuah objek yang masih bisa menunjukkan perilaku kuantum. Hal ini membuka perdebatan lama tentang bagaimana dunia klasik yang kita alami sehari-hari muncul dari fisika kuantum yang mendasarinya.
Selain nilai filosofis, eksperimen ini relevan untuk teknologi masa depan seperti komputer kuantum yang membutuhkan banyak partikel dipertahankan dalam keadaan kuantum untuk menjalankan perhitungan penting. Jika superposisi tidak bisa dipertahankan pada skala tertentu, pengembangan teknologi ini akan terhambat.
Para peneliti berharap dengan meningkatkan ukuran objek yang diuji dalam superposisi, mereka bisa mengeksplorasi apakah ada batas alami yang membuat benda kembali ke dunia klasik, dan ini akan membantu menjawab beberapa pertanyaan paling mendasar dalam fisika modern.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00177-9

Analisis Ahli

Sandra Eibenberger-Arias
"Ini adalah hasil yang fantastis karena memperlihatkan bahwa superposisi tidak terbatas oleh ukuran hingga skala tertentu."
Giulia Rubino
"Eksperimen ini krusial bagi masa depan komputer kuantum dan menjawab keraguan tentang batasan alami dari sistem kuantum besar."
Sebastian Pedalino
"Scale up eksperimen kuantum adalah satu-satunya cara untuk membuktikan apakah ada batasan masa atau ukuran untuk superposisi."

Analisis Kami

"Eksperimen ini adalah langkah penting dalam menggeser batas pemahaman kita tentang bagaimana dunia kuantum berlaku pada objek makroskopik. Kesuksesan mereka membuka peluang baru untuk teknologi komputasi kuantum yang lebih stabil dan besar, meskipun masih banyak tantangan terkait decoherence yang harus diatasi."

Prediksi Kami

Di masa depan, eksperimen kuantum akan terus diperbesar hingga objek yang lebih besar bisa diuji dalam keadaan superposisi, yang memungkinkan pemahaman lebih dalam tentang batasan dan aplikasi kuantum dalam teknologi seperti komputer kuantum dan sensor ultra-presisi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan superposisi dalam konteks fisika kuantum?
A
Superposisi adalah keadaan kuantum di mana objek dapat berada di beberapa lokasi sekaligus.
Q
Siapa yang melakukan eksperimen terbaru tentang superposisi?
A
Eksperimen terbaru dilakukan oleh tim di University of Vienna.
Q
Mengapa hasil eksperimen ini penting untuk komputer kuantum?
A
Hasil eksperimen ini penting karena memastikan bahwa mekanika kuantum tetap berlaku untuk objek yang lebih besar, yang diperlukan untuk komputer kuantum.
Q
Apa yang dibahas dalam eksperimen kucing Schrödinger?
A
Eksperimen kucing Schrödinger menggambarkan ketidakpastian keadaan objek kuantum hingga diamati.
Q
Apa yang terjadi ketika objek menjadi terlalu kompleks dalam konteks mekanika kuantum?
A
Ketika objek menjadi terlalu kompleks, mereka mengalami dekoherensi dan kehilangan superposisi.