TLDR
Perusahaan bioteknologi China semakin bertransformasi menjadi mitra pengembangan global. Akuisisi saham menunjukkan keinginan untuk terlibat lebih dalam dalam pengembangan produk. Investasi ekuitas di luar negeri akan menjadi tren di kalangan perusahaan bioteknologi China. Perusahaan obat asal Cina, Harbour BioMed, baru saja mengakuisisi saham di perusahaan asal Amerika Serikat, Spruce Biosciences. Ini jadi contoh terbaru bahwa perusahaan Cina kini tidak lagi hanya melakukan kesepakatan lisensi produk satu kali, melainkan mulai membangun kemitraan ekuitas yang berkelanjutan dengan mitra luar negeri.Langkah ini menandai perubahan penting dalam industri farmasi global karena perusahaan Cina semakin menguatkan posisinya sebagai mitra yang aktif dalam penelitian dan pengembangan, bukan sekadar produsen. Harbour BioMed menggunakan hak pembelian saham yang didapat dari kesepakatan lisensi produk SPR202 kepada Spruce Biosciences untuk pengembangan di luar wilayah Greater China.Para analis, termasuk Celia Deng dari SAI MedPartners, memandang ini sebagai tanda bahwa perusahaan farmasi global sudah mengakui kemampuan inovasi biotech Cina. Mereka kini melihat perusahaan Cina sebagai rekan kolaborasi riset dengan platform inovasi mandiri, bukan hanya sebagai pihak yang menjalankan produksi kontrak.Dengan akuisisi saham ini, Harbour BioMed memiliki sekitar 3,8 persen dari total saham Spruce dan 3,1 persen dari saham fully diluted. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan Cina semakin memiliki pengaruh di pasar farmasi global dan akan lebih banyak terlibat dalam investasi ekuitas penelitian jangka panjang bersama dengan perusahaan farmasi global lainnya.Tren ini diprediksi akan terus berlanjut, dimana perusahaan biotech Cina makin intensif menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan global. Ini membawa harapan besar bagi pengembangan obat dan inovasi medis di seluruh dunia yang semakin inklusif dan kolaboratif.