Kesepakatan Lisensi Obat China Melonjak Jadi Rp 2.27 quadriliun (US$135,7 Miliar) di 2025
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
08 Jan 2026
297 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perusahaan obat China menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam perjanjian lisensi internasional.
Kontrak multijuta dolar antara perusahaan China dan raksasa farmasi global semakin meningkat.
Lisensi obat memungkinkan kolaborasi yang lebih besar dalam pengembangan medis antara negara-negara.
Pada tahun 2025, pembuat obat China berhasil meningkatkan jumlah kesepakatan lisensi keluar lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Kesepakatan ini melibatkan pengembangan dan komersialisasi obat bersama dengan perusahaan farmasi global.
Menurut data dari National Medical Products Administration (NMPA), total nilai kesepakatan tersebut mencapai Rp 2.27 quadriliun (US$135,7 miliar) , jauh melebihi Rp 866.73 triliun (US$51,9 miliar) yang dicapai pada 2024. Ini menandai rekor baru dalam industri farmasi China.
Perjanjian lisensi ini biasanya memungkinkan perusahaan lain mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan obat setelah melewati uji klinis, dengan pembayaran berupa uang muka, biaya pencapaian tonggak, dan royalti penjualan.
Beberapa contoh kesepakatan besar adalah kontrak Rp 217.10 triliun (US$13 miliar) GeneQuantum dengan Biohaven dan AimedBio untuk pengobatan kanker, serta kesepakatan Rp 100.20 triliun (US$6 miliar) 3SBio dengan Pfizer dan Rp 208.75 triliun (US$12,5 miliar) Jiangsu Hengrui dengan GlaxoSmithKline untuk penyakit kanker dan paru-paru.
Pertumbuhan kesepakatan ini menunjukkan kemampuan perusahaan farmasi China dalam melakukan inovasi dan menjalin kemitraan global yang semakin strategis, memperkuat posisi mereka di pasar obat internasional.
Analisis Ahli
Prof. Zhang Wei (Ahli Farmasi Internasional)
Peningkatan kerja sama lintas batas ini menegaskan kemampuan farmasi China dalam memenuhi standar tinggi pengujian klinis dan regulasi global, membuka peluang besar bagi pengembangan obat baru.Dr. Linda Chen (Ekonom Kesehatan)
Nilai kesepakatan yang besar mencerminkan kepercayaan pasar internasional terhadap potensi produk farmasi China yang kini mulai bersaing di kelas dunia.
