Kebangkitan Bioteknologi China: Kesepakatan Miliaran Dolar Bersama Raksasa Global
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
08 Nov 2025
229 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kebangkitan sektor bioteknologi di China didorong oleh investasi dan kesepakatan lisensi yang besar.
Kesepakatan antara Kelun dan MSD menandakan kepercayaan dalam inovasi bioteknologi China.
Terapi ADC menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan obat kanker di China.
Industri bioteknologi di China sedang mengalami periode kebangkitan yang luar biasa setelah tiga tahun stagnasi. Hal ini didorong oleh meroketnya investasi dan kesepakatan lisensi dengan perusahaan farmasi global. Para inovator lokal kini berhasil menarik perhatian raksasa farmasi dunia berkat teknologi canggih dan produk yang menjanjikan.
Salah satu momen penting terjadi pada Desember 2022 saat perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, MSD, menyetujui lisensi global untuk tujuh kandidat terapi kanker yang dikembangkan oleh Sichuan Kelun-Biotech Biopharmaceutical. Nilai awal kesepakatan mencapai Rp 2.92 triliun (US$175 juta) dengan potensi pembayaran tambahan hingga Rp 155.31 triliun (US$9,3 miliar) .
Terapi antibody-drug conjugates (ADC) yang menjadi fokus kesepakatan ini merupakan inovasi terbaru di dunia medis dan dikenal sebagai terapi yang lebih efektif dan minim efek samping untuk pasien kanker. Ini menandai peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan di China.
Selain itu, pada bulan Agustus 2023, Aiolos yang didukung oleh modal swasta juga berhasil melisensikan pengobatan asma dari Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals, menandai semakin banyaknya produk bioteknologi China yang dipercaya secara global.
Menurut Helen Chen dari L.E.K. Consulting, kesepakatan tersebut menjadi tanda bahwa China telah melewati fase awal dan kini memasuki era baru di mana inovasi lokal mendapat pengakuan dan investasi besar dari aktor internasional dalam bidang farmasi.
Analisis Ahli
Helen Chen
Kesepakatan ini menunjukkan keberanian dan kepercayaan kedua belah pihak untuk berinvestasi dalam riset dan pengembangan di bidang ADC, yang merupakan salah satu area terapi kanker yang paling menjanjikan.
