AI summary
China menjadi pemimpin global dalam pengembangan energi terbarukan. Meskipun meningkatkan kapasitas energi terbarukan, China masih berinvestasi besar dalam infrastruktur energi batu bara. Komitmen China terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca menunjukkan ambisi mereka untuk memainkan peran penting dalam mengatasi perubahan iklim. China adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, lebih dari dua kali lipat Amerika Serikat. Namun, negara ini juga menjadi pemimpin dunia dalam pembangunan energi terbarukan, terutama tenaga surya dan angin.Tahun ini, China memasang kapasitas tenaga surya dan angin 1,5 kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, China memiliki 510 gigawatt listrik tenaga surya dan angin yang sedang dibangun, atau tiga perempat dari seluruh proyek di dunia.Pemerintah China berencana membangun proyek energi terbarukan senilai 1,3 terawatt, hampir setara dengan kapasitas yang sudah ada sebesar 1,4 terawatt. Konstruksi ini akan sangat membantu dalam mengurangi emisi karbon di masa depan.Meski begitu, China juga membangun sejumlah besar pembangkit listrik batu bara untuk memastikan pasokan listrik cadangan. Tahun 2024, China memulai pembangunan 94,5 gigawatt batu bara, menyumbang 93 persen dari total global.Presiden Xi Jinping menegaskan niat China untuk terus memerangi perubahan iklim. Negara ini akan mengumumkan target pengurangan gas rumah kaca 2035 sebelum pertemuan COP30, dengan fokus pada pengurangan semua jenis gas rumah kaca.
China menunjukkan keseriusan yang luar biasa dalam pengembangan energi terbarukan, menunjukan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hal yang mustahil bagi negara dengan tingkat polusi tinggi sekaligus ekonomi besar. Namun, ketergantungan yang masih kuat pada batu bara bisa menjadi bumerang dalam jangka panjang, menghambat target iklim global jika tidak ada kebijakan pengurangan yang lebih tegas.