China Percepat Pembangunan Energi Terbarukan Meski Masih Bangun Batu Bara
Sains
Iklim dan Lingkungan
09 Jul 2025
248 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China menjadi pemimpin global dalam pengembangan energi terbarukan.
Meskipun meningkatkan kapasitas energi terbarukan, China masih berinvestasi besar dalam infrastruktur energi batu bara.
Komitmen China terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca menunjukkan ambisi mereka untuk memainkan peran penting dalam mengatasi perubahan iklim.
China adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, lebih dari dua kali lipat Amerika Serikat. Namun, negara ini juga menjadi pemimpin dunia dalam pembangunan energi terbarukan, terutama tenaga surya dan angin.
Tahun ini, China memasang kapasitas tenaga surya dan angin 1,5 kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, China memiliki 510 gigawatt listrik tenaga surya dan angin yang sedang dibangun, atau tiga perempat dari seluruh proyek di dunia.
Pemerintah China berencana membangun proyek energi terbarukan senilai 1,3 terawatt, hampir setara dengan kapasitas yang sudah ada sebesar 1,4 terawatt. Konstruksi ini akan sangat membantu dalam mengurangi emisi karbon di masa depan.
Meski begitu, China juga membangun sejumlah besar pembangkit listrik batu bara untuk memastikan pasokan listrik cadangan. Tahun 2024, China memulai pembangunan 94,5 gigawatt batu bara, menyumbang 93 persen dari total global.
Presiden Xi Jinping menegaskan niat China untuk terus memerangi perubahan iklim. Negara ini akan mengumumkan target pengurangan gas rumah kaca 2035 sebelum pertemuan COP30, dengan fokus pada pengurangan semua jenis gas rumah kaca.
Analisis Ahli
James Hansen
China's push for renewables is crucial, but the reliance on coal power threatens to derail global climate goals without stronger enforcement policies.Fatih Birol
China's scale in clean energy projects is unprecedented and essential for meeting global climate targets, yet the coal infrastructure must transition quickly to truly reduce emissions.


