Harga RAM Melonjak Tajam di Indonesia Dampak Krisis Chip Global AI
Bisnis
Ekonomi Makro
20 Jan 2026
109 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga RAM di Indonesia mengalami kenaikan signifikan akibat krisis chip global.
Permintaan chip AI yang tinggi memengaruhi pasokan chip konvensional seperti RAM.
Pengguna memilih untuk meng-upgrade RAM atau menukar perangkat mereka dengan laptop baru karena harga RAM yang tinggi.
Harga RAM di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan sejak akhir tahun 2025. Penjual di ITC Kuningan, Jakarta mengonfirmasi bahwa harga DDR4 dan DDR5 naik tajam, dengan DDR5 16GB bisa mencapai hingga Rp 3,8 juta dan bahkan Rp 7-8 juta untuk kapasitas 32GB. Kondisi ini membuat pembeli dan penjual menjadi berhati-hati dalam melakukan transaksi.
Stok RAM saat ini masih tersedia di pasar, namun jumlahnya jauh lebih sedikit dari biasanya. Penjual mengaku takut membeli stok baru karena harga yang sangat tinggi dan daya beli konsumen yang menurun. Beberapa pembeli terpaksa memilih menukar laptop lama dengan laptop baru daripada membeli RAM dengan harga yang setara atau hampir sama dengan harga sebuah laptop baru.
Kenaikan harga RAM ini disebabkan oleh krisis chip global. Permintaan chip untuk teknologi AI dan data center terus meningkat secara pesat sehingga produsen chip mengalihkan fokus produksi dari chip biasa ke chip AI. Hal ini menyebabkan kelangkaan chip konvensional yang digunakan untuk perangkat seperti HP, laptop, dan peralatan rumah tangga.
Firma riset IDC memperkirakan masalah ini akan terus berlangsung hingga awal tahun 2027. Meskipun pada semester kedua 2026 ada tanda-tanda sedikit pelonggaran, harga RAM diperkirakan tetap tinggi karena produsen masih memprioritaskan segmen AI dan hyperscale daripada pasar konsumen biasa.
Kenaikan harga di pasar resmi juga memicu naiknya harga perangkat bekas. Ini berarti pengguna yang ingin memiliki perangkat dengan harga lebih terjangkau mulai berpindah ke pasar second dan ini mendorong naiknya harga perangkat bekas secara umum. Dampak dari krisis chip ini pun dirasakan cukup luas, terutama di sektor PC dan komponen komputer.
Analisis Ahli
Vanessa
Pembangunan data center AI yang besar menyebabkan produsen memori memprioritaskan chip AI sehingga pasokan DDR4 dan DDR5 untuk pasar umum berkurang, memperparah kesenjangan supply-demand.

