Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lonjakan Harga RAM dan Penurunan Penjualan Motherboard Mengancam Dunia PC

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
gaming-pc-console-mobile (2mo ago) gaming-pc-console-mobile (2mo ago)
19 Jan 2026
2 dibaca
1 menit
Lonjakan Harga RAM dan Penurunan Penjualan Motherboard Mengancam Dunia PC

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga RAM berdampak besar pada industri komputer dan penjualan motherboard.
Permintaan dari pusat data AI menjadi penyebab utama kenaikan harga RAM.
Tindakan boikot gamer kemungkinan tidak akan efektif dalam menurunkan harga RAM.
Harga komponen komputer utama, terutama RAM DDR5, mengalami kenaikan drastis dalam beberapa waktu terakhir yang mengancam sektor penjualan komputer di seluruh dunia. Harga RAM bahkan kini lebih tinggi dari konsol game dan kartu grafis kelas atas. Permintaan besar dari pusat data AI menjadi penyebab utama kelangkaan dan kenaikan harga RAM ini. Kapasitas produksi yang seharusnya bisa menjangkau pasar konsumen rumah tangga kini kebanyakan sudah dipesan oleh industri besar. Akibat harga RAM yang mahal, penjualan motherboard menurun drastis hingga 50%. Produsen seperti Asus, MSI, dan Gigabyte pun menurunkan target penjualan mereka karena kondisi pasar yang sulit ini. Di sisi lain, para pengguna PC yang ingin meningkatkan performa dari sistem lama terpaksa harus membeli RAM DDR5 dengan harga tinggi. Usaha boikot pembelian RAM sempat muncul, tapi para analis menyebut boikot ini tidak akan berhasil menghentikan kenaikan harga. Krisis ini juga mulai berdampak pada pasar kartu grafis, dimana AMD dan Nvidia mempertimbangkan kenaikan harga hingga 10% dan mungkin akan menghentikan produksi model low-end dan mid-range untuk menjaga margin keuntungan.

Analisis Ahli

Mark Liu (Analis Pasar Teknologi)
Krisis harga komponen komputer ini mencerminkan pergeseran industri teknologi yang semakin dipengaruhi oleh kebutuhan AI dan pusat data besar, yang membuat konsumen biasa menjadi terdorong ke tepi pasar.
Siti Rahmawati (Pengamat Industri Elektronik)
Boikot dari konsumen kecil berpotensi jadi simbolis dan tidak berpengaruh signifikan terhadap produsen, karena pendapatan utama mereka datang dari sektor korporasi dan data center.