Huawei Kembali Jadi Raja Pasar Smartphone China Pada 2025 Setelah Lama Tertekan
Teknologi
Gadgets dan Wearable
20 Jan 2026
28 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Huawei berhasil merebut kembali posisi teratas di pasar smartphone China setelah bertahun-tahun tertekan.
Kembalinya teknologi 5G dan chip Kirin menjadi faktor penentu keberhasilan Huawei.
Pasar smartphone China mengalami penurunan pengapalan, menandakan tantangan yang lebih besar di masa depan.
Pada tahun 2025, Huawei berhasil menguasai kembali pasar smartphone di China setelah mengalami tekanan selama bertahun-tahun akibat sanksi dari Amerika Serikat. Huawei berhasil mengirimkan sekitar 46,7 juta unit smartphone dan meraih pangsa pasar sebesar 16,4%, sedikit mengungguli Apple yang mencapai 16,2%. Kembalinya Huawei ini menjadi sejarah karena terakhir kali mereka memimpin pasar adalah satu tahun penuh pada 2020.
Kebangkitan Huawei didukung oleh hadirnya teknologi 5G yang kembali tersedia pada perangkat mereka serta penggunaan chip Kirin hasil produksi sendiri. Selain itu, Huawei memperkuat segmen kelas premium dengan seri Mate dan Pura yang menarik minat banyak konsumen. Peningkatan kapasitas produksi chip dalam negeri juga turut membantu mendorong pertumbuhan Huawei di pasar lokal.
Meski Huawei unggul secara keseluruhan, Apple tetap menjadi saingan utama dan mampu menyalip Huawei di kuartal terakhir 2025 dengan pangsa pasar mencapai 21%. Posisi ketiga hingga kelima diisi oleh Vivo, Xiaomi, dan Oppo, sedangkan Honor gagal masuk ke dalam lima besar merek smartphone teratas. Hal ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat di pasar smartphone China.
Namun, meskipun persaingan semakin sengit, volume pengapalan smartphone di China justru menurun sebesar 0,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sekitar 285 juta unit. Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga komponen seperti chip memori dan biaya produksi yang semakin tinggi, yang menyebabkan beberapa merek terpaksa menaikkan harga atau menunda peluncuran produk terbaru mereka.
Para analis tech memperkirakan bahwa tantangan akan semakin berat di tahun 2026. Perlambatan siklus upgrade pengguna, peningkatan biaya produksi, dan intensitas persaingan yang tinggi diperkirakan akan membuat Huawei sulit mempertahankan posisi puncak mereka di pasar smartphone China. Merek-merek lain juga harus terus berinovasi untuk memenangkan hati konsumen di tengah kondisi pasar yang sulit.
Analisis Ahli
Ming-Chi Kuo
Kemampuan Huawei mengembangkan chip Kirin sendiri adalah kunci kebangkitan mereka, tetapi ketergantungan pada sumber daya domestik masih menjadi tantangan utama.Gene Munster
Apple tetap menjadi pesaing kuat berkat loyalitas pengguna dan inovasi seri iPhone 17, bahkan saat Huawei naik daun.

