Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Krisis RAM di Jepang: Softmap Minta Pelanggan Jual PC Lama Agar Pasokan Terbantu

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
gaming-pc-console-mobile (3mo ago) gaming-pc-console-mobile (3mo ago)
14 Jan 2026
55 dibaca
2 menit
Krisis RAM di Jepang: Softmap Minta Pelanggan Jual PC Lama Agar Pasokan Terbantu

Rangkuman 15 Detik

Softmap Gaming mencari PC gaming bekas untuk mengatasi krisis RAM.
Krisis memori mengakibatkan kenaikan harga produk PC secara signifikan.
Permintaan untuk memori meningkat akibat kebutuhan industri Artificial Intelligence.
Toko Softmap Gaming di Akihabara, Tokyo, meminta pelanggan untuk menjual perlengkapan PC mereka sebagai solusi krisis pasokan RAM yang menyerang industri komputer. Rak-rak di toko tersebut hampir kosong karena kekurangan komponen ini. Permintaan ini dipublikasikan melalui media sosial perusahaan sebagai cara membantu mengumpulkan PC bekas. Softmap menjanjikan harga tinggi untuk PC bekas yang mereka beli, tanpa memandang jenis seperti desktop gaming, laptop, atau komputer biasa. Tindakan ini dilakukan karena kesulitan toko dalam memenuhi permintaan perangkat keras baru akibat terbatasnya stok RAM yang tersedia di pasar. Selain Softmap, beberapa toko lain di Jepang, seperti Tsukomo eX, juga membatasi pembelian kartu grafis tertentu untuk mengatur ketersediaan produk. Misalnya, setiap pelanggan hanya boleh membeli satu kartu grafis GeForce RTX 5060 Ti 16 GB atau Radeon RX 9000 ke atas dalam satu transaksi. Kenaikan harga DDR5 terbaru sangat signifikan, seperti Corsair Vengeance RGB DDR5-200 16GB (2x8GB) yang dijual hingga 235 US Dollar, naik dari harga normal sekitar 66 US Dollar hanya dalam beberapa bulan. Hal ini juga memperkirakan kenaikan harga pada PC rakitan serta kemungkinan penundaan peluncuran GPU generasi berikutnya. Masalah ini muncul lebih cepat dari perkiraan karena permintaan memori yang besar untuk mendukung industri Artificial Intelligence (AI). Pasokan yang terbatas dan permintaan tinggi membuat krisis ini semakin memburuk, mempengaruhi harga dan ketersediaan hardware komputer secara global.

Analisis Ahli

Mark Papermaster (CTO AMD)
Permintaan memori yang tiba-tiba melonjak karena AI memang menimbulkan tekanan besar pada rantai produksi semikonduktor, sehingga perlu kolaborasi industri untuk mempercepat produksi dan distribusi komponen kritis.
Lisa Su (CEO AMD)
Situasi ini menekankan pentingnya diversifikasi pasokan dan investasi pada teknologi memori baru agar industri tetap bisa memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.