Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Artemis 2 NASA: Misi Bersejarah Menuju Bulan dengan Empat Astronot

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
Forbes Forbes
18 Jan 2026
281 dibaca
2 menit
Artemis 2 NASA: Misi Bersejarah Menuju Bulan dengan Empat Astronot

Rangkuman 15 Detik

Misi Artemis 2 adalah langkah penting menuju eksplorasi berawak di Bulan.
Kru Artemis 2 akan menjadi yang pertama menjelajahi luar orbit Bumi rendah dalam lebih dari 50 tahun.
Wet dress rehearsal adalah kunci untuk memastikan kesiapan peluncuran misi.
Misi Artemis 2 adalah tonggak penting NASA dalam mengirim manusia kembali ke bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1972. Pada 17 Januari, roket Space Launch System (SLS) bersama modul Orion dan European Service Module tiba di Launch Pad 39B, Kennedy Space Center, Florida, setelah perjalanan yang lambat dan hati-hati. Empat astronaut akan melakukan perjalanan selama 10 hari di sekitar bulan tanpa mendarat, menempuh jarak terjauh dari bumi yang pernah dicapai manusia. Persiapan peluncuran meliputi uji coba penting yang disebut wet dress rehearsal, simulasi pengisian bahan bakar dan hitungan mundur untuk memastikan semua sistem berjalan lancar. Uji ini dijadwalkan antara akhir Januari hingga awal Februari 2026 dan menjadi syarat utama bagi keberhasilan peluncuran misi yang direncanakan antara 5 Februari dan April tahun yang sama. Para astronot yang bertugas adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Koch akan menjadi wanita pertama yang mengorbit bulan, sementara Hansen adalah orang non-Amerika pertama yang mencapai posisi tersebut. Misi ini menandai langkah penting dalam menguji sistem pendukung kehidupan, komunikasi, navigasi, dan pendorong roket yang akan dipakai untuk misi Artemis 3. Artemis 2 akan menguji jalur perjalanan yang disebut trajektori free-return, yang memungkinkan pesawat mengitari bulan dan kembali ke bumi dengan aman tanpa perlu dorongan tambahan. Keberhasilan misi ini akan membuka jalan bagi Artemis 3, yang berambisi mendaratkan astronot di kutub selatan bulan pada tahun 2027 dengan dukungan teknologi dari SpaceX dan Blue Origin. Setelah menyelesaikan perjalanan, para astronot akan mendarat di Samudra Pasifik dekat San Diego. Misi Artemis 2 bukan hanya sebuah petualangan luar angkasa, tetapi juga simbol kemajuan teknologi dan kerjasama internasional dalam menjelajah alam semesta, serta berharap membuka babak baru bagi eksplorasi manusia di bulan dan seterusnya.

Analisis Ahli

Dr. Jennifer Heldmann (Ahli Planetologi dan Eksplorasi Robotik)
Artemis 2 adalah langkah fundamental untuk memvalidasi pengalaman manusia dalam penerbangan jauh dan misi berawak yang kompleks dalam lingkungan luar angkasa ekstrem, yang sangat penting bagi misi pendaratan berawak yang akan datang di bulan.
Dr. John Logsdon (Sejarawan Antariksa dan Kebijakan Antariksa)
Peluncuran Artemis 2 memperlihatkan kemajuan besar yang menghidupkan kembali ambisi manusia untuk menjelajahi bulan dengan teknologi mutakhir. Ini bukan hanya prestasi teknis, tapi juga simbol harapan baru dalam kerjasama internasional di bidang antariksa.