Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Astronot NASA Meluncur ke ISS dengan Soyuz, Boeing Starliner Alami Penundaan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
Forbes Forbes
27 Nov 2025
141 dibaca
2 menit
Astronot NASA Meluncur ke ISS dengan Soyuz, Boeing Starliner Alami Penundaan

Rangkuman 15 Detik

Chris Williams memulai misi luar angkasanya menuju ISS dengan Soyuz MS-28.
Misi Artemis II akan menjadi misi pertama dalam 50 tahun yang membawa astronaut mengelilingi bulan.
Boeing mengurangi komitmennya dalam kontrak peluncuran astronaut ke ISS.
Astronot NASA Chris Williams bersama dua kosmonot dari Roscosmos diluncurkan menggunakan roket Soyuz MS-28 dari Baikonur, Kazakhstan. Peluncuran ini menjadi misi pertama Williams ke luar angkasa dan dijadwalkan tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kurang dari empat jam setelah lepas landas. Kolaborasi antara NASA dan Roscosmos tetap berjalan kuat untuk menjamin kelancaran pelayanan ISS. Chris Williams, yang berprofesi sebagai ahli fisika medis dan terpilih menjadi astronot NASA tahun 2021, akhirnya menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya. Dua kosmonot Sergey Kud-Sverchkov dan Sergey Mikaev turut mendampingi Williams membentuk bagian dari Ekspedisi 74 di ISS, dengan masa tinggal sekitar delapan bulan di orbit Bumi. Sejak berakhirnya program pesawat ulang-alik NASA pada 2011 hingga penerbangan berawak pertama SpaceX pada 2020, Soyuz Rusia adalah satu-satunya cara mengirim astronot ke ISS. NASA pun terus memanfaatkan kerja sama peluncuran bersama Roscosmos demi stabilitas operasional stasiun luar angkasa internasional hingga kini. Boeing menghadapi kendala serius pada pesawat Starliner mereka, dengan insiden kebocoran yang terjadi pada misi uji coba Juni 2024. NASA mengumumkan pengurangan kontrak penerbangan dari enam menjadi empat sekaligus akan memprioritaskan penerbangan Starliner berikutnya untuk pengiriman kargo, yang direncanakan tidak akan dilakukan sebelum April 2026. Selain itu, NASA juga mempersiapkan misi Artemis II, yang direncanakan terbang paling cepat pada Februari 2026. Misi penting ini akan mengirim empat astronot, termasuk satu dari Kanada, dalam misi 10 hari mengelilingi bulan, menandai kali pertama astronaut non-AS pergi hingga jarak bulan, dan diharapkan menjadi batu loncatan untuk misi pendaratan bulan berikutnya.

Analisis Ahli

Steve Stich
Modifikasi kontrak dengan Boeing sangat diperlukan untuk memfokuskan pengujian dan sertifikasi Starliner demi keselamatan penerbangan masa depan. Rencana penerbangan Starliner selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan operasional ISS hingga tahun 2030.