
Courtesy of TechCrunch
Peretas Ungkap Data Pribadi Korban dari Mahkamah Agung dan Lembaga Pemerintah
Memberi tahu publik tentang tindakan peretasan yang dilakukan oleh Nicholas Moore terhadap beberapa sistem pemerintah penting dan bagaimana data pribadi korban dicuri dan disebarkan secara online.
17 Jan 2026, 03.01 WIB
263 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Nicholas Moore melakukan peretasan terhadap sistem pemerintah dan mencuri data pribadi.
- Data yang dicuri termasuk informasi sensitif yang dipublikasikan secara online.
- Moore menghadapi hukuman yang ringan meskipun kejahatannya serius.
Springfield, Amerika Serikat - Nicholas Moore, seorang peretas berusia 24 tahun dari Springfield, Tennessee, mengaku bersalah atas beberapa kejahatan peretasan yang melibatkan sistem penting pemerintah AS. Ia mengakses sistem Mahkamah Agung, AmeriCorps, dan Departemen Urusan Veteran menggunakan kredensial yang dicuri dari pengguna yang berhak.
Setelah mendapatkan akses, dia mencuri data pribadi para korban, yang meliputi informasi dari nama, alamat rumah, hingga nomor jaminan sosial dan informasi kesehatan. Beberapa dari data ini bahkan dipublikasikan secara daring di akun Instagram miliknya bernama @ihackthegovernment.
Salah satu korban dari Mahkamah Agung, yang disebut GS, mengalami kebocoran nama dan rekaman pengarsipan elektroniknya. Korban dari AmeriCorps, SM, datanya termasuk status kewarganegaraan dan riwayat pelayanan turut dipublikasikan. Sedangkan korban dari Departemen Urusan Veteran, HW, mengalami kebocoran informasi kesehatan yang sensitif.
Kasus ini menunjukkan bahaya besar dari pencurian kredensial dan lemahnya pengamanan sistem digital pada lembaga pemerintah yang vital. Moore menghadapi hukuman maksimal satu tahun penjara dan denda sampai 100.000 dolar, meski dampak kejadian ini jauh lebih besar terhadap korban dan keamanan nasional.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperketat keamanan siber di institusi pemerintah agar data sensitif tidak mudah dikuasai oleh pelaku kejahatan siber, serta perlunya edukasi dan tindakan hukum yang tegas untuk melindungi warga dan sistem negara.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/16/supreme-court-hacker-posted-stolen-government-data-on-instagram/
[1] https://techcrunch.com/2026/01/16/supreme-court-hacker-posted-stolen-government-data-on-instagram/
Analisis Ahli
Brian Krebs (pakar keamanan siber)
"Kasus seperti ini menggarisbawahi pentingnya otentikasi multi-faktor dan kebijakan pengelolaan akses yang ketat di lembaga pemerintah untuk mencegah pencurian kredensial dan peretasan."
Bruce Schneier (kriptografer dan pakar keamanan)
"Menyebarkan data pribadi korban secara online bukan hanya pelanggaran privasi, tapi juga membuka risiko serangan identitas dan pencurian yang lebih besar. Tindakan hukum harus menjadi peringatan keras."
Analisis Kami
"Kasus ini jelas menunjukkan lemahnya pengamanan sistem pemerintah, terutama dalam hal perlindungan kredensial pengguna. Jika tidak diatasi dengan serius, kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan publik dan mengancam keamanan nasional dalam jangka panjang."
Prediksi Kami
Kasus ini mendorong pemerintah AS untuk memperketat keamanan siber pada lembaga-lembaga penting dan meningkatkan pengawasan terhadap data pribadi pegawai dan warga.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa Nicholas Moore dan apa yang ia lakukan?A
Nicholas Moore adalah seorang peretas berusia 24 tahun yang mengaku bersalah atas peretasan sistem Mahkamah Agung AS.Q
Apa organisasi yang menjadi sasaran peretasan Moore?A
Moore meretas sistem Mahkamah Agung, AmeriCorps, dan Departemen Urusan Veteran.Q
Apa jenis data pribadi yang dicuri oleh Moore?A
Moore mencuri nama, alamat, tanggal lahir, email, nomor telepon, status kewarganegaraan, dan informasi kesehatan.Q
Apa hukuman maksimal yang dihadapi Nicholas Moore?A
Nicholas Moore menghadapi hukuman maksimal satu tahun penjara dan denda hingga $100.000.Q
Di platform apa Moore membagikan data hasil peretasan?A
Moore membagikan data hasil peretasan di akun Instagram-nya yang bernama @ihackthegovernment.




