Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mantan Tentara AS Mengaku Bersalah Curi Data Telepon dan Lakukan Pemerasan

Teknologi
Keamanan Siber
TechCrunch TechCrunch
16 Jul 2025
215 dibaca
1 menit
Mantan Tentara AS Mengaku Bersalah Curi Data Telepon dan Lakukan Pemerasan

Rangkuman 15 Detik

Cameron John Wagenius terlibat dalam peretasan besar-besaran terhadap perusahaan telekomunikasi.
Data curian digunakan untuk memeras perusahaan dan melakukan penipuan lainnya.
Wagenius menghadapi hukuman penjara yang panjang akibat kejahatan siber yang dilakukannya.
Seorang mantan tentara Amerika Serikat bernama Cameron John Wagenius mengaku bersalah karena melakukan peretasan terhadap perusahaan telekomunikasi besar. Ia menggunakan teknik khusus untuk mencuri informasi login dan data rahasia yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Wagenius, dengan nama online 'kiberphant0m,' berkomunikasi dengan kelompoknya melalui aplikasi Telegram dan menjual data hasil peretasan kepada pihak lain. Hal ini dilakukan baik secara terbuka di forum peretasan maupun secara pribadi kepada korban. Selain mencuri data, Wagenius dan kelompoknya juga mencoba memeras perusahaan tersebut dengan mengancam akan menyebarkan informasi penting dan rahasia. Mereka juga menggunakan data yang dicuri untuk melakukan tindak kejahatan lain seperti mengganti nomor telepon korban. Sebelumnya, Wagenius telah mengaku bersalah atas peretasan terhadap AT&T dan Verizon yang menyebabkan bocornya data puluhan juta catatan panggilan. Kasus ini terkait dengan pelanggaran data pada perusahaan cloud besar bernama Snowflake. Saat ini, Wagenius menunggu proses hukum dan akan menjalani persidangan pada tanggal 6 Oktober. Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun.

Analisis Ahli

Brian Krebs (jurnalis keamanan siber)
Kasus ini menegaskan bahwa pelaku serangan siber semakin canggih dan memanfaatkan berbagai platform, termasuk Telegram dan forum ilegal, untuk mengedarkan data curian dan memeras korban.