Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Remaja Inggris Ditangkap Karena Serangan Siber Besar dan Pemerasan di AS dan Inggris

Teknologi
Keamanan Siber
TechCrunch TechCrunch
19 Sep 2025
140 dibaca
2 menit
Remaja Inggris Ditangkap Karena Serangan Siber Besar dan Pemerasan di AS dan Inggris

Rangkuman 15 Detik

Thalha Jubair ditangkap karena keterlibatannya dalam serangan siber yang luas.
Kelompok Scattered Spider dikenal menggunakan teknik rekayasa sosial untuk melakukan kejahatan.
FBI dan Departemen Kehakiman AS aktif dalam mengejar pelaku kejahatan siber.
Pada tahun 2024, Thalha Jubair, remaja asal Inggris berusia 19 tahun, didakwa terlibat dalam ratusan serangan siber yang menargetkan perusahaan dan lembaga pemerintah di Amerika Serikat dan Inggris. Ia bersama kelompok peretas bernama Scattered Spider diduga menggunakan teknik rekayasa sosial untuk mengakses jaringan dan mengenkripsi data korban agar mendapatkan uang tebusan. Pada Januari 2025, Jubair dan rekannya, Owen Flowers, terlibat dalam serangan besar terhadap Transport for London, yang menyebabkan kebocoran data dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pemulihan. Kelompok ini dikenal menggunakan trik dengan menghubungi helpdesk IT berpura-pura menjadi karyawan untuk mendapatkan akses. FBI berhasil menyita server yang diduga milik Jubair, menemukan bukti keterlibatannya dalam lebih dari 120 serangan termasuk pada sistem pengadilan AS. Data yang dicuri dari satu perusahaan infrastruktur kritis juga ditemukan dalam server tersebut, beserta sejarah aktivitas yang menunjukkan akses ilegal. Selain itu, Jubair diketahui mengelola dompet kripto dengan nilai sekitar 36 juta dolar AS yang sebagian besar berasal dari hasil tebusan yang dibayarkan korban. Ia juga sempat menarik dana senilai 8,4 juta dolar AS sebelum servernya disita oleh FBI. Kasus ini menjadi perhatian internasional karena menunjukkan betapa rentannya sistem perusahaan dan pemerintah terhadap serangan yang dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari remaja dan dewasa muda yang memanfaatkan kelemahan manusia dan teknologi untuk keuntungan finansial.

Analisis Ahli

Brian Krebs (Jurnalis Cybersecurity)
Kasus Thalha Jubair mencerminkan pergeseran ancaman siber yang kini didominasi oleh remaja yang sangat terampil, sehingga organisasi harus meningkatkan kesadaran dan pengamanan internal mereka terhadap serangan manusiawi seperti rekayasa sosial.