Inovasi Superpendinginan Canggih Tingkatkan Radar Pesawat Siluman China 40%
Courtesy of SCMP

Inovasi Superpendinginan Canggih Tingkatkan Radar Pesawat Siluman China 40%

Mengungkap inovasi baru dalam teknologi semikonduktor galium nitrat yang dapat meningkatkan performa radar pesawat siluman canggih China hingga 40% dan menguatkan dominasi China dalam teknologi ini, sekaligus memberikan dampak pada jaringan komunikasi masa depan.

16 Jan 2026, 11.00 WIB
30 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Inovasi supercooling di semikonduktor dapat meningkatkan kinerja radar pesawat tempur.
  • Radar berbasis gallium nitride memberikan keunggulan deteksi pada pesawat siluman China.
  • Proses upgrade radar pada F-35 mengalami penundaan, memberikan keunggulan bagi pesawat China.
Xi'an, Republik Rakyat Tiongkok - Para ilmuwan di Xidian University, Tiongkok, mengembangkan teknologi baru yang dapat meningkatkan kinerja radar pesawat siluman berbasis semikonduktor galium nitrat hingga 40%. Teknologi ini mengatasi masalah beban daya tinggi pada frekuensi X dan Ka yang penting untuk radar dan jaringan komunikasi canggih.
Teknologi ini memungkinkan radar mendeteksi lebih jauh tanpa memperbesar ukuran chip, sebuah keunggulan yang sangat penting untuk pesawat tempur yang mengutamakan stealth atau kemampuan tersembunyi. Selain itu, teknologi ini juga membuat penggunaan energi lebih efisien saat diterapkan pada jaringan seluler.
Pesawat tempur China seperti J-20 dan J-35 sudah menggunakan radar berbasis galium nitrat, yang dianggap lebih unggul dibandingkan radar pada pesawat tempur Amerika Serikat seperti F-22 dan F-35. AS bahkan mengalami penundaan dalam mengadopsi radar galium nitrat pada F-35 hingga tahun 2031.
Inovasi ini diakui sebagai terobosan terbesar dalam bidang teknologi semikonduktor ini selama hampir 20 tahun dan akan memperkokoh posisi China di bidang teknologi semikonduktor generasi ketiga. Ini juga berpotensi memberikan keuntungan strategis dalam teknologi pengintaian dan pertahanan udara.
Selain manfaat militer, teknologi ini juga bisa diterapkan pada komunikasi jaringan masa depan, memberikan jangkauan sinyal yang lebih luas dan penghematan biaya listrik, sehingga berkontribusi pada kemajuan teknologi komunikasi nirkabel secara keseluruhan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340053/chinas-supercooling-tech-packs-40-more-punch-chips-used-military-radar?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Liang Wei, Profesor Teknik Elektro Xidian University
"Teknologi ini menyatukan aspek material dan sistem secara optimal sehingga menjanjikan peningkatan performa radar dan efisiensi energi yang belum pernah dicapai dalam dua dekade terakhir."

Analisis Kami

"Inovasi superpendinginan ini adalah terobosan besar yang secara nyata mengatasi batasan fisik pada teknologi semikonduktor galium nitrat, memajukan aplikasi militer dan teknologi jaringan. Kecepatan adopsi dan pengembangan lebih lanjut bisa menempatkan China sebagai pemimpin dunia dalam teknologi radar dan komunikasi, melampaui rival tradisionalnya."

Prediksi Kami

Inovasi ini akan mempercepat dominasi teknologi radar berbasis galium nitrat bagi China di ranah militer dan komersial, kemungkinan besar memicu perlombaan teknologi radar global dan mempercepat upgrade sistem radar di negara lain.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa inovasi terbaru dalam teknologi semikonduktor yang ditemukan oleh ilmuwan China?
A
Ilmuwan China telah mengembangkan inovasi supercooling dalam teknologi semikonduktor.
Q
Bagaimana inovasi ini mempengaruhi sistem radar berbasis gallium nitride?
A
Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja radar berbasis gallium nitride hingga 40 persen.
Q
Siapa pemimpin proyek yang mengembangkan teknologi ini?
A
Pemimpin proyek tersebut adalah Zhou Hong dari Universitas Xidian.
Q
Pesawat apa saja yang menggunakan radar berbasis gallium nitride?
A
Pesawat J-20 dan J-35 menggunakan radar berbasis gallium nitride.
Q
Apa yang menjadi kendala dalam upgrade radar pada pesawat F-35?
A
Proses upgrade radar pada pesawat F-35 diperkirakan akan selesai pada tahun 2031, mengalami penundaan dari jadwal awal.