
Courtesy of Forbes
Waspadai Video AI Palsu Saat Protes Iran di Tengah Pemutusan Internet
Memberikan peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati dan kritis terhadap video dan informasi tentang protes di Iran yang banyak mengandung misinformasi hasil generasi AI di tengah pemutusan internet oleh pemerintah.
16 Jan 2026, 00.11 WIB
7 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Protes di Iran telah berubah menjadi tantangan langsung terhadap kekuasaan pemerintah.
- Misinformasi dan konten AI menjadi masalah besar selama blackout internet di Iran.
- Penting untuk memverifikasi sumber informasi, terutama dalam konteks berita yang sensitif seperti protes.
Tehran, Iran - Protes di Iran yang sebelumnya berfokus pada reformasi ekonomi kini telah berubah menjadi tantangan langsung terhadap pemerintah clerical. Untuk menekan gelombang protes ini, pemerintah Iran melakukan tindakan keras termasuk mematikan akses internet secara luas.
Pemutusan internet ini menciptakan kekosongan informasi yang cepat diisi oleh konten palsu yang dihasilkan dengan teknologi AI. Salah satu video yang menyebar menampilkan seorang pengunjuk rasa yang seolah-olah sedang mengubah nama jalan menjadi 'Trump Street', padahal ini adalah rekayasa dan tidak nyata.
Laporan dari NewsGuard mengungkap detail video tersebut, dimana teks Persia yang tertulis adalah gibberish dan ada watermark yang menjelaskan video tersebut adalah hasil AI. Meski demikian, video ini tetap disebarluaskan oleh akun-akun yang memiliki banyak pengikut dengan agenda politik tertentu.
Lebih dari sekedar satu video, NewsGuard menemukan tujuh video berbeda yang dibuat dengan content AI dan berhasil mendapatkan jutaan tampilan. Hal ini menunjukkan tren baru pemanfaatan teknologi AI untuk mengakibatkan kebingungan dan misinformasi dalam isu sensitif seperti protes di Iran.
Karena kondisi ini, masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati dan kritis ketika melihat video atau informasi yang berasal dari Iran, terutama jika video tersebut menampilkan watermark 'AI-generated' sebagai tanda peringatan bahwa konten tersebut mungkin palsu.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/jaymcgregor/2026/01/15/iran-protests-ai-generated-fake-trump-video/
[1] https://www.forbes.com/sites/jaymcgregor/2026/01/15/iran-protests-ai-generated-fake-trump-video/
Analisis Ahli
Bruce Schneier
"Di tengah blackout komunikasi, ruang kosong informasi selalu diisi dengan narasi alternatif yang tidak diverifikasi, meningkatkan risiko konflik dan kesalahpahaman."
Clare Wardle
"Misinformasi yang dihasilkan AI di wilayah konflik seperti Iran cepat menyebar karena kurangnya sumber berita terpercaya yang dapat diakses publik."
Analisis Kami
"Situasi di Iran sangat rentan terhadap manipulasi informasi karena ketiadaan media independen dan pemutusan internet. Sebagai ahli, saya melihat bahwa transparansi dan akses informasi yang bebas adalah kunci agar kebenaran tidak tenggelam oleh misinformasi yang memanipulasi persepsi global."
Prediksi Kami
Penyebaran konten video dan informasi palsu yang dihasilkan oleh AI akan semakin meningkat, memperparah kebingungan publik dan menimbulkan ketegangan di tengah konflik Iran.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi dalam video viral yang beredar di Iran?A
Video viral tersebut menunjukkan seorang pengunjuk rasa yang mengubah nama jalan menjadi 'Trump Street'.Q
Mengapa video tersebut dianggap palsu?A
Video tersebut dianggap palsu karena mengandung teks yang tidak bermakna dalam bahasa Persia dan diberi watermark yang menunjukkan bahwa itu adalah konten yang dihasilkan oleh AI.Q
Apa peran NewsGuard dalam konteks protes di Iran?A
NewsGuard adalah organisasi yang memverifikasi informasi dan menemukan banyak video palsu terkait protes di Iran, termasuk analisis video yang dihasilkan oleh AI.Q
Siapa Mila Joy dan apa yang dia lakukan?A
Mila Joy adalah pengguna media sosial yang membagikan video palsu tersebut kepada pengikutnya dan dikenal sebagai pendukung politik konservatif.Q
Apa dampak dari blackout internet di Iran terhadap informasi yang beredar?A
Blackout internet di Iran menyebabkan munculnya banyak informasi palsu dan misinformasi, karena sulitnya memverifikasi berita yang valid di tengah kekacauan.


