Iran Memutus Internet Nasional karena Serangan Siber Israel, Warga Terisolasi
Teknologi
Keamanan Siber
20 Jun 2025
222 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemutusan internet di Iran dilakukan untuk melindungi keamanan nasional dari serangan siber.
Kelompok peretas, Predatory Sparrow, memainkan peran penting dalam mengganggu infrastruktur Iran.
Dampak dari pemutusan akses internet sangat serius bagi masyarakat, menghambat komunikasi dan akses informasi.
Awal minggu ini, hampir seluruh warga Iran kehilangan akses ke internet melalui pemutusan yang disebut sebagai pemadaman internet nasional hampir total. Situasi ini terjadi di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Israel.
Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa pemutusan internet ini dilakukan untuk melindungi negara dari serangan siber yang dituding berasal dari Israel. Serangan ini menargetkan infrastruktur penting seperti bank dan pertukaran cryptocurrency.
Sebuah kelompok hacker bernama Predatory Sparrow mengaku bertanggung jawab atas berbagai serangan siber di Iran, termasuk serangan pada Bank Sepah dan Nobitex. Kelompok ini mengklaim bertujuan melemahkan rezim Iran.
Sementara itu, warga biasa di Iran sangat terdampak karena pemutusan ini tidak hanya memutus akses internet tetapi juga seluruh komunikasi dengan dunia luar, termasuk panggilan telepon dari luar negeri yang tidak tersambung.
Hanya segelintir orang yang bisa mengakses internet dengan cara khusus seperti melalui VPN atau koneksi ADSL tertentu. Namun bagi sebagian besar orang, situasi ini sangat menyulitkan terutama dalam kondisi perang yang sedang terjadi.

