TLDR
Pemadaman internet di Iran bertujuan untuk mengontrol informasi dan mencegah protes. Kematian Mahsa Amini telah menjadi pemicu protes yang luas dan memperburuk situasi di Iran. Pemerintah Iran menggunakan alasan keamanan siber untuk membenarkan pemadaman internet, meskipun hal ini lebih kepada kontrol sosial. Iran telah lama mengembangkan teknologi untuk mengontrol akses internetnya. Pemerintah menggunakan pemutusan internet sebagai cara membungkam protes dan mengendalikan informasi di tengah konflik dengan Israel. Pada Juni 2023, terjadi pembatasan internet besar-besaran yang menghambat komunikasi dan akses informasi warga.Koneksi internet di Iran jatuh drastis selama beberapa hari akibat pembatasan yang diberlakukan pemerintah. Banyak penyedia layanan internet dan operator telekomunikasi dihentikan aksesnya. Aplikasi populer seperti WhatsApp dan Instagram juga dibatasi, sehingga warga kesulitan mengabari keluarga atau mendapatkan berita terbaru.Pemerintah mengklaim pembatasan ini untuk menghindari penyalahgunaan dan serangan siber, meskipun para ahli berpendapat bahwa hal tersebut tidak efektif dalam konteks keamanan nasional. Sistem intranet nasional Iran, NIN, berfungsi sebagai alat kontrol yang memungkinkan sensor ketat dan mendorong penggunaan aplikasi lokal yang memiliki risiko keamanan lebih tinggi.Para ahli digital dan aktivis HAM menilai pembatasan internet adalah upaya untuk mempertahankan kekuasaan rezim dengan mengendalikan arus informasi. Situasi ini membahayakan keselamatan masyarakat, terutama di kota besar seperti Teheran yang menjadi pusat konflik.Fenomena pemutusan internet dalam krisis atau protes ini makin sering terjadi di dunia dan umumnya dilakukan oleh pemerintah otoriter. Internet penting bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan mencari informasi saat keadaan darurat, sehingga pemutusan menjadi tindakan yang merugikan masyarakat secara luas.